Antisipasi Banjir, Polres Mojokerto Kota Gelar Upacara Kesiapsiagaan Tanggap Bencana

waktu baca 2 menit
Rabu, 4 Nov 2026 18:21 0 1 REDAKSI

Foto : Penanggulangan bencana di lapangan Patih Gajah Mada.

MOJOKERTO,Rajawali1news.com – Menciptakan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam rangka Penanganan Bencana Banjir, Polres Mojokerto Kota menggelar apel siaga penanggulangan bencana di lapangan Patih Gajah Mada Mapolres Mojokerto Kota yang dihadiri Wakapolres Mojokerto Kota, Kompol. Jalaludin, Assisten Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, PJU Polres Mojokerto Kota dan diikuti juga peserta dari jajaran anggota Kodim 0815/Mojokerto, jajaran Polres Mojokerto Kota, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto, Satpol PP Kota Mojokerto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto, Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto serta relawan, Rabu (4/11/2026) sore.

Kapolres Mojokerto Kota, AKBP. Dody Munandar bertindak sebagai inspektur upacara dalam amanatnya di depan peserta apel menyampaikan, kita ketahui bersama bahwa Provinsi Jawa Timur memiliki potensi kerawanan bencana alam.

Data menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026 terdapat 672 kejadian bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah di Jawa Timur dengan rincian diantaranya, banjir 41 kejadian, tanah longsor 57 kejadian, angin puting beliung 140 kejadian.

“Dari dampak kejadian tersebut tercatat sebanyak 28 korban jiwa meninggal dunia, 55 korban mengalami luka luka dan kerugian materil mencapai Rp. 7,52 Miliar. Hal tersebut juga telah diprediksi oleh BMKG, dimana musim hujan pada tahun 2026 hingga tahun 2027 diperkirakan akan datang lebih lambat dari yang seharusnya. Hal tersebut merupakan signal bahwa terdapat indikasi akan datangnya kemungkinan terjadinya cuaca ekstrim,” jelas Dody.

Masih katanya, oleh sebab itu negara harus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat untuk bisa meminimalisir terjadinya korban akibat bencana alam. Kita harus mampu untuk menanggulangi dan meminimalisir dampak yang diakibatkan oleh bencana alam yang akan terjadi. Kesiapsiagaan merupakan tanggungjawab kita bersama.

“Koordinasi dan komunikasi cepat antar instansi merupakan kunci utama dalam mewujudkan penanganan bencana yang cepat, tepat dan efektif agar setiap informasi terkait adanya daerah wilayah terdampak bencana dapat segera ditindaklanjuti secara sigap dan tepat sasaran serta memastikan seluruh peralatan dan sarana prasarana evakuasi dalam kondisi siap digunakan saat dibutuhkan. Kita semua tidak ada yang ingin menjadi korban akibat terjadinya bencana alam. Kita akan siapkan pos pelayanan kewaspadaan penanggulangan bencana alam,” pungkas Dody Munandar. (Yanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA