
Sidoarjo, Rajawali1news.com – Langkah-langkah kecil anak-anak Dusun Pucukan di Kelurahan Gebang, Kecamatan Sidoarjo, harus melewati tantangan berat setiap hari demi sebuah hak dasar bernama pendidikan. Di tengah kepungan hamparan tambak dan perairan yang mengisolasi wilayah mereka dari gemerlap pusat kota, anak-anak ini tumbuh dengan ketangguhan yang luar biasa untuk merajut masa depan. Kesetaraan kesempatan belajar yang mendesak bagi anak-anak pesisir ini bukan sekadar angka dalam data geografi, melainkan panggilan kemanusiaan bagi siapapun yang peduli pada nasib generasi penerus bangsa di wilayah terpencil. Senin, 22/6/26
Ketua RT Dusun Pucukan, Roni, mengungkapkan rasa haru sekaligus harapannya agar anak-anak di wilayahnya bisa mendapatkan hak pendidikan usia dini yang layak sejak dini. Ketiadaan fasilitas TKA dan TKB membuat anak-anak setempat harus langsung melompat ke bangku sekolah dasar tanpa bekal fondasi belajar dan mengaji yang memadai.
“Kemarin waktu Bu Bupati ke sini saya sudah menyampaikan kalau bisa ada guru yang ditempatkan untuk mengajar anak-anak di sini,” ujar Roni.
Roni menjelaskan betapa besarnya perjuangan para guru yang datang dari kota demi menyalakan pelita ilmu di dusun mereka yang terisolasi. Meskipun waktu belajar menjadi sangat terbatas akibat medan perjalanan yang jauh dan melelahkan, kehadiran para pendidik tersebut selalu disambut dengan rasa syukur dan permakluman yang mendalam oleh seluruh warga.
“Biasanya guru datang sampai sini jam delapan atau setengah sembilan. Warga sudah maklum karena perjalanannya jauh,” katanya.
Perjuangan berat ini kian terasa nyata bagi para orang tua yang harus membentur tembok keterbatasan ekonomi demi melihat anak-anak mereka bersekolah setinggi mungkin. Surti Ningsih, salah satu ibu di Dusun Pucukan, menyampaikan jeritan hatinya yang mewakili impian besar seluruh orang tua tambak agar anak-anak mereka tidak terperangkap dalam lingkaran kesulitan yang sama.
“Pengen banget sekolah tinggi, cuma biayanya enggak ada,” ujar Surti dengan suara lirih.
Kepedulian nyata dari berbagai lembaga sosial dan masyarakat luas kini menjadi secercah harapan yang sangat dinantikan oleh warga Dusun Pucukan. Mengubah air mata keterbatasan menjadi senyum keberhasilan anak-anak pesisir adalah tanggung jawab moral bersama, agar mimpi-mimpi indah yang tumbuh di atas tanah lumpur itu tidak layu sebelum berkembang. (YG)
Tidak ada komentar