Penanganan Sampah di Kuala Kapuas Dinilai Belum Optimal, TPS Ditutup Tanpa Solusi Memadai

waktu baca 3 menit
Selasa, 7 Jul 2026 09:46 0 13 REDAKSI

Foto : tumpukan sampah masih mudah dijumpai di pinggir jalan.

KUALA KAPUAS,Rajawali1news.com – Persoalan sampah di Kota Kuala Kapuas kembali menjadi sorotan masyarakat. Di sejumlah titik, seperti di Jalan Kruing dan Jalan A. Yani, tumpukan sampah masih mudah dijumpai di pinggir jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap, mencemari lingkungan, serta berpotensi menjadi sumber penyakit.

Berdasarkan pantauan di lapangan, masih terlihat warga membuang sampah di lokasi yang sebelumnya merupakan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS), meskipun lokasi tersebut telah ditutup oleh pemerintah. Akibatnya, sampah terus menumpuk karena tidak lagi dilakukan pengangkutan secara rutin.

Fenomena tersebut diduga terjadi karena masyarakat sudah terbiasa membuang sampah di lokasi lama. Di sisi lain, penutupan TPS tidak diikuti dengan penyediaan TPS pengganti yang mudah dijangkau masyarakat. Jika pun tersedia, lokasinya dinilai terlalu jauh dari kawasan permukiman sehingga sebagian warga memilih membuang sampah di tempat yang sama seperti sebelumnya. Seorang sumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa persoalan sampah di Kuala Kapuas bukan hanya disebabkan perilaku masyarakat.

“Masalahnya bukan sekadar masyarakat membuang sampah sembarangan. Sarana angkutan sampah juga masih terbatas, armada kurang, kemudian partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga belum maksimal. Penanganan sampah harus melibatkan masyarakat, RT, kelurahan, hingga pemerintah daerah agar lebih efektif,” ujarnya.

Menurutnya, selama ini pengelolaan sampah masih bersifat reaktif, yakni mengangkut sampah yang sudah menumpuk. Padahal, yang dibutuhkan adalah sistem pengelolaan dari sumbernya, yaitu rumah tangga. Perlu Manajemen Terpadu Persoalan sampah sejatinya tidak dapat diselesaikan hanya dengan menutup TPS atau menambah armada pengangkut. Diperlukan manajemen yang terintegrasi mulai dari tingkat rumah tangga hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

RT dan pemerintah kelurahan memiliki peran penting dalam mengatur jadwal pembuangan sampah, memberikan edukasi kepada warga, hingga memastikan sampah dikumpulkan pada titik yang mudah dijangkau oleh kendaraan pengangkut.

Dengan sistem tersebut, sampah tidak lagi berserakan di pinggir jalan, melainkan terkumpul secara tertib sebelum diangkut menuju TPA. Solusi yang Dapat Dilakukan Pemerintah Daerah Sumber tersebut juga menyampaikan beberapa langkah yang dinilai dapat meningkatkan efektivitas penanganan sampah di Kuala Kapuas antara lain:

  1. Menyediakan TPS pengganti sebelum menutup TPS lama agar masyarakat memiliki lokasi pembuangan yang jelas.
  2. Menambah armada dan personel pengangkut sampah, terutama di kawasan padat penduduk.
  3. Membentuk bank sampah di setiap kelurahan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA.
  4. Melibatkan RT, RW, dan tokoh masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
  5. Menyusun jadwal pengangkutan yang pasti dan dipublikasikan kepada masyarakat.
  6. Melakukan edukasi berkelanjutan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik.
  7. Menerapkan pengawasan dan penegakan aturan terhadap pembuangan sampah di lokasi yang tidak semestinya, setelah fasilitas yang memadai tersedia.
  8. Mendorong pengolahan sampah rumah tangga, seperti kompos untuk sampah organik dan daur ulang sampah anorganik.

Upaya pemerintah dalam menata kota patut diapresiasi, termasuk penutupan TPS yang dinilai mengganggu estetika. Namun, kebijakan tersebut hendaknya tidak berhenti pada penutupan semata. Penataan harus diiringi dengan solusi yang realistis dan mudah diakses masyarakat. (DY)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA