
Foto : Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto.
Sidoarjo,rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengambil langkah progresif untuk menekan peredaran gelap narkotika hingga menjangkau kawasan pedesaan melalui sinergi yang lebih terarah bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo. Langkah strategis ini mengedepankan pemetaan wilayah rawan berdasarkan survei prevalensi guna memastikan seluruh intervensi dan arah kebijakan tepat sasaran. Pendekatan berbasis data ini diyakini mampu memperkuat fondasi pencegahan secara menyeluruh sekaligus memutus rantai penyebaran di titik-titik krusial.
Komitmen kuat tersebut ditegaskan oleh Bupati Sidoarjo Subandi yang menggarisbawahi pentingnya keterlibatan seluruh jajaran pemerintahan untuk melindungi masyarakat dari ancaman bahaya narkotika. Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan pengawasan memerlukan soliditas dari tingkat daerah hingga lini terdepan di tingkat desa.
“Melalui survei ini, kita bisa mengidentifikasi area yang tingkat prevalensinya masih tinggi. Pemkab Sidoarjo akan berkolaborasi dengan Polsek, Camat, hingga tingkat desa untuk menyisir daerah pinggiran dan perbatasan yang rentan,” kata Subandi, Senin, 27/07/26.
Integrasi program ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran instansi terkait serta struktur pemerintahan desa sebagai benteng utama pertahanan wilayah. Penguatan koordinasi secara berkala disiapkan untuk memantau efektivitas sosialisasi dan intervensi yang dijalankan di lapangan.
“Kami berkomitmen memerangi narkoba dari tingkat anak-anak hingga seluruh lapisan masyarakat guna menekan angka peredaran maupun pengguna,” katanya.
Dukungan penuh terhadap langkah taktis Pemkab Sidoarjo juga disampaikan oleh Kepala BNNK Sidoarjo Kombes Pol. Gatot Soegeng Soesanto yang melihat pentingnya kewaspadaan ekstra di wilayah-wilayah strategis. Letak geografis daerah yang dinamis menuntut adanya pola pengawasan berkelanjutan dan integrasi data yang akurat demi melindungi warga.
“Para pelaku akan selalu mencari pasar dan pengguna baru dengan berbagai modus operandi. Daerah pinggiran serta perbatasan wilayah menjadi area yang masih marak peredaran,” ujar Gatot.
Sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan BNNK Sidoarjo ini diharapkan menjadi standar baru dalam tata kelola pencegahan narkotika berbasis data dan penguatan wilayah secara menyeluruh. (YG)
Tidak ada komentar