Merawat Tradisi Leluhur yang Menjaga Menguatkan Kebersamaan

waktu baca 2 menit
Selasa, 15 Sep 2026 07:49 0 8 REDAKSI

Foto : Rangkaian Tatorbangan Ritual Culture 2026 berlangsung di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/9/2026).

SUMENEP, Rajawali1news.com – Tradisi Tatorbangan kembali digelar masyarakat Desa Torbang, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam mempertahankan warisan budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

Kegiatan itu diikuti masyarakat setempat dan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Rangkaian Tatorbangan Ritual Culture 2026 berlangsung di Balai Desa Torbang, Sabtu (12/9/2026) malam.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang hadir pada gelaran ini, memberikan apresiasi atas komitmen masyarakat Torbang mempertahankan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Tatorbangan adalah warisan leluhur yang memiliki nilai budaya dan sosial. Tradisi ini harus dirawat bersama agar tetap hidup dan dikenal generasi muda,” kata cak Fauzi (panggilan

Menurut cak Fauzi, pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui seremoni. Keterlibatan generasi muda menjadi kunci agar tradisi tetap memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat.

Faruk Hanafi mengatakan, keberlangsungan seni dan tradisi lokal sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong agar ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan menampilkan kebudayaan daerah semakin terbuka.

Keterlibatan masyarakat secara langsung menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan kesenian Madura, kata kadis Disbudporapar.

Kepala Desa Torbang Muzanni mengatakan hasil pertanian yang diserahkan merupakan simbol penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah sekaligus ungkapan syukur atas hasil bumi yang diperoleh selama setahun.

Masyarakat menyerahkan hasil pertanian itu sebagai bentuk penghormatan dan pengabdian masyarakat kepada pemerintah, serta ungkapan syukur atas hasil bumi yang mereka nikmati sepanjang tahun.kata Muzanni.

Tradisi tersebut memperlihatkan bahwa Tatorbangan tidak hanya menjadi kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang untuk menghubungkan masyarakat dengan kehidupan agraris yang menjadi bagian dari keseharian warga desa.

Kegiatan ini selain melestarikan dan merawat tradisi juga sebagai wadah silaturahmi masyarakat Desa Torbang dalam rangka membangun desa bersama-sama Pemerintah Desa Torbang berharap tradisi tersebut terus diwariskan dari generasi ke generasi. Pelestarian budaya diharapkan berjalan beriringan dengan penguatan persatuan, kebersamaan dan gotong royong masyarakat. (Akbar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA