Bupati Fauzi Melantik Agus Dwi Saputra Sebagai Sekda Kabupaten Sumenep

waktu baca 2 menit
Jumat, 27 Feb 2026 01:21 0 23 REDAKSI

Caption : Pelantikan Agus Dwi Saputra Sebagai Sekda.


SUMENEP, rajawali1news.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, resmi melantik Agus Dwi Saputra sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep, Kamis (26/2/2026).

Pengangkatan Agus Dwi Saputra sebagai Sekda tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Sumenep Nomor 800.1.10.2/116/204.3/2026 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengucapkan selamat sebagai Sekda baru, dengan jabatan ini harus bisa mengemban dengan jujur dan amanah, memiliki tanggung jawab besar untuk mengoordinasikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar berjalan selaras dengan visi dan misi kepala daerah serta wakil kepala daerah.

Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dan dihadiri oleh Forkopimda, dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat, serta pimpinan BUMD se-Sumenep.

Sekertaris daerah (Sekda) harus membangun budaya kerja yang profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil, karena tantangan pembangunan semakin kompleks, yang membutuhkan kepemimpinan birokrasi yang adaptif dan inovatif.

Bupati Fauzi menyampaikan bahwa
kepemimpinan birokrasi tidak boleh stagnan. Adaptasi dan inovasi menjadi kunci agar pemerintah daerah mampu merespons dinamika yang terus berubah.
Ia menambahkan, Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tengah memacu kemandirian fiskal. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi fokus utama, termasuk menggali potensi yang selama ini belum tergarap maksimal.
Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah efisiensi sekaligus respons terhadap perubahan kebijakan transfer anggaran dari pemerintah pusat.
Sekda juga menyoroti pentingnya pembenahan sumber daya manusia (SDM), termasuk melakukan evaluasi jabatan untuk mengisi sejumlah posisi yang masih kosong agar kinerja organisasi lebih optimal.

“Program pembangunan keberhasilannya bergantung pada kebersamaan dan sinergi seluruh elemen pemerintahan daerah, sehingga dengan kolaborasi dan solidaritas antarperangkat daerah, bisa menghadapi berbagai tantangannya,” tambahnya. (Akbar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA