Pemerintah Sumenep Komitmen Mendorong Program Untuk Meningkatkan Petani

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 16:36 0 1 REDAKSI

Foto : Rapat Koordinasi (Rakor) holtikultura

SUMENEP,Rajawali1news.com – Pemerintah Sumenep menggelar rapat koordinasi (Rakor) Horticulture Development in Dryland Areas Project dan bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong peningkatan produktivitas tanaman holtikultura Sumenep Jawa Timur. (16/04/2026).

Wakil Bupati Sumenep Kiai Imam menyatakan, HDDAP merupakan program yang memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor hortikultura. Yakni dengan membawa pendekatan komprehensif.
Mulai dari peningkatan kapasitas petani penguatan kelembagaan, penerapan teknologi tepat guna, dan pengembangan rantai nilai produk hortikultura.

Kami berharap, HDDAP memberikan kontribusi nyata melalui penerapan teknologi pertanian, sehingga menghasilkan produk hortikultura yang berkualitas. Hingga akhirnya nanti bisa meningkatkan kesejahteraan para peran
Ia menambak Program berhasil tidak hanya diukur dari peningkatan produksi semata tetapi kemampuan dalam menciptakan sistem pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Karena itu, semua pihak bersinergi dan berkolaborasi agar setiap program yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan, supaya hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Program ini harus menjadi ruang kolaborasi yang efektif, agar petani menjadi subjek utama dalam menjaga keberlanjutan program, untuk membangunan pertanian di Kabupaten Sumenep.

Wakil Bupati menegaskan pemerintah daerah akan terus mendorong sinergi antara petani dan pemerintah pemangku kepentingan lainnya agar program ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata, menjadi salah satu dari 13 Kabupaten seluruh Indonesia, yang menerima program HDDAP dengan sasaran prioritas 3 komoditas, yaitu pisang, bawang merah dan cabai.
Komoditas itu tersebar di 5 Kecamatan, yaitu Batuputih komoditas pisang, Ambunten dan Rubaru komoditas cabai serta Guluk-Guluk dan Pasongsongan untuk komoditas bawang merah.

Berdasarkan data untuk komoditas pisang terbentuk 2 klaster di Kecamatan Batuputih, total luasan lahan 32,53 hektare, komoditas bawang merah terbentuk 4 klaster di Kecamatan Guluk-Guluk dengan total luasan lahan 49,77 hektare dan 7 klaster di Kecamatan Pasongsongan total luasan lahan 53,940 hektare. (Akbar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA