
Foto : Parkir Mandiri Sidoarjo.
Sidoarjo,Rajawali1news.com –Pengambilalihan pengelolaan parkir oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengamankan potensi pendapatan asli daerah secara lebih mandiri. Kebijakan ini tidak sekadar mengejar angka retribusi, namun juga menjadi upaya penataan layanan publik agar lebih transparan dan tertib di titik-titik strategis wilayah Sidoarjo. Melalui skema baru ini, kontrol terhadap aliran dana menjadi lebih ketat sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki, menegaskan bahwa pengelolaan mandiri ini merupakan instrumen penting untuk memastikan efektivitas penarikan retribusi tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan. Pihaknya berupaya keras agar transisi ini memberikan dampak positif bagi kenyamanan warga sekaligus keteraturan lalu lintas di ruas jalan padat.
“Kami kelola sendiri agar pendapatan lebih terkontrol dan pelayanan ke masyarakat lebih baik,” ujar Budi Basuki.
Dishub juga memilih untuk tetap memberdayakan juru parkir lama demi menjaga stabilitas sosial dan menghindari risiko munculnya pengangguran baru di tengah masyarakat. Langkah ini dipandang sebagai solusi bijak dalam menyelaraskan kebutuhan birokrasi dengan realita ekonomi para pekerja lapangan yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor jasa ini.
“Kami tidak punya cukup personel untuk menarik retribusi. Karena itu, jukir lama tetap dilibatkan agar sistem tetap berjalan,” jelas Budi. Ia pun menambahkan bahwa keberadaan jukir sangat krusial karena jika tidak dilibatkan, dampaknya bisa meluas ke arah kemiskinan hingga potensi kriminalitas yang tidak diinginkan.
Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan ini namun mengingatkan perlunya manajemen yang akuntabel dan pengawasan yang konsisten di lapangan. Ia menilai pencapaian target tahunan yang cukup besar harus sejalan dengan perbaikan kualitas layanan serta perlindungan terhadap hak-hak mitra kerja agar tercipta sinergi yang harmonis.
“Target PAD 2026 sebesar Rp13,5 miliar harus diiringi manajemen yang baik dan pengawasan ketat,” tegas Bambang Pujianto.
Komitmen pemerintah dalam mengelola 166 titik parkir secara mandiri ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan finansial daerah sekaligus menciptakan wajah kota yang lebih rapi bagi seluruh warga Sidoarjo. (YG)
Tidak ada komentar