
Foto : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Ellyana.
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau terus memperkuat upaya penemuan kasus Tuberkulosis (TB) setelah capaian deteksi hingga pertengahan tahun 2026 masih berada di bawah target yang telah ditetapkan. Berbagai langkah percepatan diagnosis kini dilakukan untuk memastikan penderita TB dapat ditemukan dan ditangani lebih cepat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr Ellyana, mengatakan hingga Juni 2026 jumlah suspek TB yang berhasil ditemukan dan diperiksa mencapai lebih dari 800 orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, puluhan kasus TB positif berhasil teridentifikasi, termasuk kasus yang ditemukan melalui layanan kesehatan di RSUD Pulang Pisau.
Menurut dr Ellyana, salah satu tantangan yang dihadapi selama ini adalah keterbatasan akses pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM) bagi masyarakat yang berada di wilayah cukup jauh dari fasilitas pemeriksaan. Kondisi tersebut menyebabkan proses penegakan diagnosis pada sejumlah pasien membutuhkan waktu lebih lama.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Dinas Kesehatan berencana memperluas jejaring pelayanan dengan menjalin kerja sama pemeriksaan TCM bersama fasilitas kesehatan di Kota Palangka Raya. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat proses diagnosis sekaligus memastikan pasien asal Pulang Pisau yang berobat di luar daerah tetap tercatat dalam sistem pelaporan kabupaten.
Selain memperkuat layanan pemeriksaan, Dinkes juga terus mendorong puskesmas meningkatkan kegiatan skrining aktif dan pelacakan kontak erat pasien TB. Strategi ini dinilai penting karena masih terdapat sejumlah wilayah yang capaian penemuan kasusnya belum optimal dibanding target yang telah ditentukan.
Dr Ellyana menegaskan bahwa TB bukan penyakit yang harus ditutupi atau dianggap sebagai aib. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri tersebut dapat disembuhkan secara total apabila pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai. Pemerintah juga menyediakan obat TB secara gratis melalui rumah sakit maupun puskesmas.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap gejala TB seperti batuk berkepanjangan, penurunan berat badan, dan mudah lelah. Selain melakukan pemeriksaan sejak dini, masyarakat juga perlu menjaga sirkulasi udara rumah, memanfaatkan cahaya matahari, serta memastikan anggota keluarga yang kontak erat dengan pasien turut diperiksa. Dengan deteksi dini dan kepatuhan menjalani pengobatan, upaya pengendalian TB di Kabupaten Pulang Pisau diharapkan semakin efektif dan mampu menekan angka penularan di masyarakat. (RHN)
Tidak ada komentar