
Foto : Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan.
DONGGALA,Rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) siap membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba dengan melibatkan lintas sektor, antara lain aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat.
Wakil Bupati Donggala Taufik M Burhan saat ditemui awak media di Labuan, Sabtu, mengatakan persoalan narkoba menjadi ancaman serius yang harus ditangani bersama oleh seluruh elemen.
“Permasalahan narkoba harus menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Donggala ke depan,” kata Taufik.
Ia mengemukakan penyalahgunaan narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga berpotensi menghambat pembangunan daerah apabila tidak ditangani secara sistematis dan berkelanjutan.
“Karena itu, penanganannya harus dilakukan bersama-sama,” ujarnya.
Selain narkoba, Taufik menyebut sejumlah isu strategis lain yang perlu mendapat perhatian pemerintah daerah, masyarakat, dan kepolisian, yakni penertiban pertambangan emas tanpa izin (PETI), konflik agraria, persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta batas belanja pegawai sebesar 30 persen.
Menurut dia, keempat persoalan tersebut tidak hanya berdampak pada tata kelola pemerintahan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di Kabupaten Donggala.
Ia menekankan pentingnya penanganan aktivitas tambang ilegal dan konflik agraria yang hingga kini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah.
“Upaya penertiban dan penyelesaian konflik harus dilakukan secara terukur dengan melibatkan berbagai pihak agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat,” katanya.
Taufik menambahkan persoalan PPPK dan pengelolaan belanja pegawai juga menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama dalam menjaga keseimbangan anggaran agar tetap produktif dan tidak membebani keuangan daerah.
Ia berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah serta menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Laporan Stefi
Tidak ada komentar