
Foto : Upacara Adat Larung Sembonyo.
TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Debur ombak Pantai Popoh jadi saksi. Di antara sesaji dan doa, masyarakat kembali menggelar Upacara Adat Larung Sembonyo.
Bukan sekadar tradisi tahunan. Ini adalah bentuk syukur. Syukur kepada laut yang selama ini memberi ikan, rezeki, dan kehidupan.
Pemimpin Turun ke Bibir Pantai
Hadir dalam prosesi, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, SM, MM. Beliau ikut larung, ikut berdoa, dan ikut menyapa para nelayan.
“Laut ini ibu kita. Dia memberi makan ribuan keluarga di Tulungagung. Maka sudah selayaknya kita jaga, kita hormati,” ujar Plt Bupati di hadapan warga.
Beliau mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak meninggalkan tradisi ini. Karena di dalamnya ada nilai: kebersamaan, rasa syukur, dan cinta pada alam.
Lebih dari Sekadar Larung Sesaji
Larung Sembonyo bukan ritual meminta. Tapi ritual berterima kasih. Nelayan, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat duduk bersama. Melepas sesaji ke laut dengan satu harapan: laut tetap biru, ikan tetap ada, dan Tulungagung tetap aman.
“Melestarikan budaya itu investasi. Investasi karakter. Biar anak cucu kita tahu, dari mana kita berasal dan kepada siapa kita bersyukur,” tegas Ahmad Baharudin.
Pesan untuk Masa Depan
Di tengah modernisasi dan pariwisata, Plt Bupati berharap Popoh tetap lestari. Tradisi dijaga, laut dirawat, dan ekonomi nelayan terus tumbuh.
Karena Tulungagung yang maju, adalah Tulungagung yang tidak melupakan akarnya. Akar budaya, akar laut, akar doa. (Bb)
Tidak ada komentar