
Foto : Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Patroli udara yang dilakukan Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sabtu 11 Juli 2026, menemukan dua titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Salah satu titik diketahui telah berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, sehingga penanganan langsung diperintahkan dari udara.
Usai patroli menggunakan helikopter, rombongan melanjutkan konferensi pers di Mapolres Pulang Pisau yang turut dihadiri Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i, Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta, Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji, serta pejabat utama Polda Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari evaluasi kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang mulai meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan patroli udara merupakan rangkaian langkah pencegahan yang telah dilakukan sejak pembentukan Satuan Tugas Karhutla, pelaksanaan apel kesiapsiagaan, pemeriksaan personel dan sarana prasarana, hingga koordinasi lintas instansi. Menurutnya, seluruh jajaran mulai dari tingkat Polda hingga Polsek telah diarahkan untuk mengedepankan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Begitu mengetahui ada titik api, langsung kami informasikan dari helikopter kepada Kapolres dan satgas agar segera bergerak melakukan pemadaman. Dari atas juga kami melihat tim satgas sudah turun ke lapangan melakukan penanganan,” ujar Irjen Pol. Iwan Kurniawan.
Ia menegaskan, selain mengedepankan upaya pencegahan, kepolisian juga akan mengambil langkah penegakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan. Seluruh jajaran diminta melakukan penyelidikan terhadap setiap kejadian karhutla yang berpotensi melanggar ketentuan hukum, sehingga memberikan efek jera dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Sementara itu, Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi dan Polda Kalimantan Tengah yang turun langsung memantau kondisi karhutla di wilayahnya. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mengurangi risiko meluasnya titik api selama musim kemarau.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pulang Pisau untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, kata Ahmad Rifa’i, akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan patroli, deteksi dini, serta percepatan penanganan apabila ditemukan titik api, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan. (RHN)
Tidak ada komentar