
Foto :
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Semangat pelestarian budaya lokal mewarnai peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau melalui penyelenggaraan Lomba Besei Kambe di Dermaga Taman Sumbu Kurung, Kamis 9 Juli 2026. Perlombaan olahraga air tradisional khas Suku Dayak Ngaju tersebut menjadi ajang yang memadukan nilai budaya, sportivitas, dan kebersamaan masyarakat.
Sebanyak 21 tim ambil bagian dalam perlombaan yang terdiri atas 15 tim putra dan enam tim putri. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta itu berlangsung meriah dengan disaksikan ratusan warga yang memadati kawasan dermaga untuk memberikan dukungan kepada para peserta.
Besei Kambe merupakan salah satu olahraga tradisional masyarakat Dayak Ngaju yang telah diwariskan secara turun-temurun. Selain mengandalkan kekuatan fisik dan kekompakan tim, perlombaan ini juga mencerminkan nilai gotong royong, kebersamaan, serta kedekatan masyarakat dengan budaya sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan.
Wakil Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Jayadikarta, mengatakan penyelenggaraan Lomba Besei Kambe memiliki makna lebih dari sekadar memeriahkan hari jadi daerah. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memberi ruang bagi generasi muda untuk mengenal olahraga tradisional daerahnya.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau, tetapi juga mencari bibit-bibit atlet yang nantinya dapat dipersiapkan untuk berkompetisi pada tingkat yang lebih tinggi,” ujar Ahmad Jayadikarta.
Ia menambahkan, olahraga tradisional perlu terus dipertahankan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan budaya dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan warisan leluhur tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau berharap Lomba Besei Kambe dapat terus menjadi agenda rutin dalam setiap peringatan Hari Jadi Kabupaten Pulang Pisau. Selain memperkuat identitas budaya Dayak Ngaju, kegiatan ini juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. (RHN)
Tidak ada komentar