“Kali Botoran Bergemuruh, PLT Bupati Buka Lomba Dayung Rayakan Kemerdekaan”Warga Tumplek, Air Kali Jadi Saksi Semangat 17-an

waktu baca 2 menit
Minggu, 9 Agu 2026 08:28 0 1 REDAKSI

Foto : Lomba perahu dayung tradisional.

TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Kalau biasanya Kali Botoran tenang mengalir, hari ini berbeda. Sejak pukul 7 pagi tepian sungai sudah dipadati warga. Ada tikar digelar, ada jajanan, ada anak-anak lari-larian bawa bendera. Karena hari ini Kali Botoran berubah jadi arena.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Pemkab Tulungagung menggelar lomba perahu dayung tradisional. Bukan lomba resmi bertaraf nasional. Tapi justru karena kesederhanaannya, lomba ini terasa dekat dengan warga.

Yang melepas langsung adalah PLT Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Beliau datang tidak pakai jas. Pakai kemeja lengan digulung, berdiri di bibir sungai, dan menyapa satu-satu tim peserta.

Saat peluit tanda start dibunyikan, suasana langsung pecah. Puluhan perahu meluncur. Dayung menghantam air. Teriakan “ayo… ayo…” dari penonton menggelegar sampai ke seberang kali. Ada yang hampir terbalik, ada yang ketinggalan, tapi semua tetap ketawa. Karena yang dicari bukan cuma menang.

Di sela acara, PLT Bupati menyampaikan pesan.
“Kita memperingati kemerdekaan bukan hanya dengan upacara dan pidato. Tapi juga dengan kegiatan seperti ini. Biar ada keringat, ada tawa, ada rasa memiliki bersama,” katanya.

Menurut beliau, lomba dayung ini mengingatkan kita pada satu hal penting: kerja bareng. Satu perahu isinya 5-6 orang. Kalau dayungnya tidak kompak, ya jalannya muter-muter. Sama seperti membangun Tulungagung. Harus satu irama.

Warga yang nonton juga larut. Ibu-ibu bawa bekal, bapak-bapak teriak nyemangati tim desanya, anak-anak sibuk foto-foto. Kali yang biasanya cuma dilewati, hari ini jadi pusat perhatian. Jadi tempat orang berkumpul lagi.

Lomba ini bukan soal siapa paling cepat sampai garis finish. Lomba ini soal menghidupkan lagi semangat kebersamaan. Soal membuktikan bahwa kemerdekaan itu enaknya dirayakan bareng-bareng, di tempat terbuka, sambil basah-basahan dan tertawa.

Acara ditutup dengan pembagian hadiah dan foto bersama. Kali Botoran kembali tenang. Tapi semangatnya, semoga tidak ikut surut. Dirgahayu RI ke-81. Terus maju Tulungagung. (bb)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA