MUSEUM BUKAN GUDANG BARANG KUNO! Plt. Bupati Ahmad Baharudin Buka Pameran Museum Daerah 2026, Ajak Generasi Muda Cintai Sejarah Tulungagung

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 23:22 0 2 REDAKSI

Foto : Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026.

TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Selasa, 22 September 2026. Ada yang beda di Museum Daerah Kabupaten Tulungagung pagi ini.

Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. secara resmi membuka Pameran Temporer Museum Daerah Tulungagung 2026. Pukul 08.30 WIB, museum yang selama ini sepi, kini bergairah.

Pameran kali ini mengusung tema besar: “Ekspresi Seni dan Budaya: Jejak Sejarah, Identitas, dan Mahakarya”. Pameran digelar selama tiga hari, 22 hingga 24 September 2026, buka dari pukul 08.00 sampai 15.00 WIB, gratis untuk umum.

Hadir lengkap jajaran pejabat. Sekda Tulungagung, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Muhammad Ardian Chandra, jajaran OPD, Forkopimda, para kepala museum, komunitas pegiat sejarah, budayawan, hingga ratusan pelajar dari berbagai sekolah.

Dalam laporannya, Kadisbudpar Muhammad Ardian Chandra menegaskan pameran ini bukan sekadar pajang koleksi. Ini adalah program kerja tahun 2026 yang didukung Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik dari Kementerian Kebudayaan RI.

“Tujuannya jelas, sebagai media promosi, edukasi, dan komunikasi museum untuk meningkatkan minat kunjungan. Ini ajang mengenalkan keberagaman seni, budaya, serta nilai sejarah agar menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap warisan budaya bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Bupati Ahmad Baharudin dalam sambutannya memberikan pesan yang sangat dalam.

Menurutnya, museum bukan sekadar gudang menyimpan benda kuno. Museum adalah sumber pengetahuan, ruang edukasi, dan benteng terakhir pelestarian identitas budaya.

“Melalui pameran ini, kita diajak untuk melihat koleksi museum dari perspektif yang lebih luas. Setiap koleksi memiliki cerita dan makna yang berkaitan dengan perjalanan sejarah dan identitas masyarakat Tulungagung,” ucap Ahmad Baharudin.

Ia menekankan, Tulungagung yang kaya akan peninggalan era kerajaan, mulai dari Candi Gayatri, Sanggrahan, Boyolangu, hingga tradisi adiluhung, harus dijaga. Jangan sampai generasi muda lupa dengan jati dirinya sendiri.

Usai sambutan, acara ditandai dengan pemotongan ronce melati sebagai tanda dibukanya pameran secara resmi. Plt. Bupati bersama rombongan kemudian meninjau langsung koleksi artefak bernilai sejarah tinggi, mulai dari peninggalan kerajaan hingga artefak lokal khas Tulungagung.

Yang membanggakan, antusias pelajar pecah. SMPN 1 Sumbergempol langsung memboyong 30 siswa untuk belajar sejarah secara langsung di museum. Fasilitas bus dari Dinas Perhubungan disiapkan gratis.

Ini bukti nyata, Museum Daerah Tulungagung kini hidup kembali. Bukan hanya tempat menyimpan masa lalu, tapi tempat inspirasi untuk masa depan.

Museum adalah JAS MERAH. Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah. (BB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA