
Foto : Bupati Sidoarjo Subandi dalam menyikapi musibah keracunan makanan.
SIDOARJO,Rajawali1news.com — Langkah tegas dan sigap terus ditunjukkan Bupati Sidoarjo Subandi dalam menyikapi musibah keracunan makanan yang menimpa ratusan santri dan pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Di tengah sikap pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terkesan menghindari tanggung jawab pembiayaan pengobatan, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bertindak cepat pasang badan demi menjamin keselamatan dan pemulihan seluruh korban secara gratis.

Subandi menyayangkan sikap pengelola SPPG yang lari dari tanggung jawab hukum dan moral atas dampak kesehatan yang dialami para korban. Pemkab Sidoarjo langsung mengambil alih penanganan medis menyeluruh agar para siswa dan santri mendapatkan penanganan optimal tanpa terbeban biaya.
“Tanggung jawab hukum harus jatuh kepada penyelenggara SPPG, bukan pemda. Ketika ada warga yang sakit akibat makanan yang disalurkan, penyelenggara harus bertanggung jawab, bukan lari dari tanggung jawab,” tegas Subandi. Rabu (9/9/2026).
Ia menegaskan pentingnya evaluasi total dan sanksi berani terhadap pihak pengelola yang terbukti lalai menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Integritas program strategis nasional yang bertujuan mulia ini tidak boleh tercoreng oleh ketidakprofesionalan oknum di tingkat operasional penyiapan makanan.
“Program MBG bagus, niatnya mulia. Jangan sampai program yang baik ini ternoda oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Kalau ada penyelenggara bermasalah, ya hentikan, ganti pengelola, dan beri sanksi. Kalau perlu dihentikan operasionalnya selama 30 hari, supaya penyelenggara lebih berhati-hati,” ujarnya.
Sikap disiplin dan keterbukaan juga dituntut langsung oleh Bupati Sidoarjo kepada seluruh petugas dapur pengolah hidangan. Setiap penyedia bahan baku diwajibkan untuk berani menyortir dan menolak bahan pangan yang tidak layak konsumsi demi menjaga mutu serta keamanan nutrisi anak-anak.
“Sampean harus cerewet. Kalau ada bahan yang tidak bagus, harus disampaikan. Jangan diam saja. Garda terdepan adalah jenengan,” kata Subandi di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (8/9/26)
Dukungan sistematis juga dihadirkan Pemkab Sidoarjo melalui penguatan tata kelola pengawasan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Tim pengawas diterjunkan untuk memantau langsung seluruh tahapan, mulai dari penerimaan bahan mentah, pengolahan di dapur, pengemasan higienis, hingga pengiriman tepat waktu ke sekolah dan pesantren.
Kehadiran pemerintah daerah melalui penanganan cepat dan pengawasan ketat ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Sidoarjo dalam mengawal keberhasilan program nasional. Langkah korektif ini memastikan bahwa kualitas nutrisi dan keselamatan generasi muda Sidoarjo tetap menjadi prioritas utama. (YG)
Tidak ada komentar