
BANGKALAN,rajawali1news.com – Sebuah insiden tragis merenggut nyawa Yasinta Dwi Amira (11), siswi kelas 5 SD Negeri Demangan 1 yang berlokasi di Jalan.Hos Cokroaminoto, Kelurahan Demangan, Kecamatan Bangkalan, saat mengikuti acara jalan sehat/santai yang diselenggarakan oleh Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bangkalan dalam rangka Hari Jadi ke-78, Minggu pagi (3/8).

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di area Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, tepatnya di belakang panggung utama. Saat itu, Sinta bersama teman-teman dan guru-gurunya tengah menanti pengundian hadiah. Tanpa diduga, sebuah dahan besar dari pohon trembesi (pohon gombor madura red) tiba-tiba patah dan jatuh menimpa Sinta dan salah seorang guru.
Menurut salah seorang saksi yang ada di lokasi kejadian yang merupakan salah satu peserta bersama keluarga besarnya Lukman membenarkan kejadian tersebut, dan patut disayangkan acara jalan sehat seharusnya Siaga (Standby) mobil Ambulance manakala ada kejadian yang sangat mendesak tidak ada kesulitan, Namun dengan kejadian seperti ini para guru bingung mencari transportasi yang mau membawa korban ke rumah sakit.kesal Lukman.
“Amira dan teman-teman yang lain saat menunggu pengundian kupon memang berada di sana (seraya tangannya menunjuk ke lokasi kejadian depan pos penjagaan di pendopo agung) dan seketika dahan pohon trembesi tiba-tiba jatuh dan menimpanya, sempat heboh di lokasi tersebut,”
Menurut penuturan Kepala Sekolah SD Negeri Demangan 1, Rahma, juga memberikan uraiannya, dahan pohon menghantam langsung bagian kepala Amira dan menyebabkan luka parah, disertai pendarahan hebat dan patah tulang di bagian dada.
“Saya langsung membawa Amira ke rumah sakit. Sayangnya, saat kejadian tidak ada ambulance yang standby (siaga) di lokasi. Kami harus menunggu ambulance dari rumah sakit setelah saya menghubungi mereka secara langsung,” jelas Rahma saat ditemui di rumah duka, Minggu (3/8)
Sesampainya di rumah sakit, tim medis telah berupaya keras menyelamatkan korban. Namun, nyawa Amira tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 11.00 WIB.
Jenazah Amira kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Mlajah, Kecamatan Kota Bangkalan, pada sore harinya pukul 15.30 WIB, setelah disemayamkan di rumah duka di Jalan Letnan Singosastro RT 4 RW 7, Kelurahan Kraton.
Kejadian ini mengundang duka mendalam, baik dari pihak sekolah maupun masyarakat Bangkalan. Hingga berita ini beredar, pihak penyelenggara kegiatan belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut, termasuk mengenai ketiadaan ambulance di lokasi acara yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak
(Wie)
Tidak ada komentar