Tak Tersentuh Pemeliharaan Pembangunan Fasum, Warga Perum Griya Jetis Permai Ancam Tanami Pohon Pisang

waktu baca 3 menit
Selasa, 28 Apr 2026 19:43 0 3 REDAKSI

Foto : Fasum yang rusak di Perum Griya Jetis Permai.

MOJOKERTO,Rajawali1news.com – Sejak berdirinya pembangunan perumahan disinyalir milik salah satu BUMN sekitar 25 tahun lalu di lahan seluas 20 Ha di Lingkungan Perum. Griya Jetis Permai terletak di Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa – Timur.

Pihak pengembang seakan tidak pernah memperhatikan pemeliharaan Fasilitas Umum (Fasum) sebagai fasilitas yang seharusnya bisa dinikmati oleh warga penghuni. Fasum yang seharusnya layak, pernah dijanjikan kepada warga penghuni Perum Griya Jetis Permai diharapkan untuk selalu diperhatikan ketika adanya kekurangan maupun kerusakan yang terjadi seperti salah satunya jalan yang setiap hari dilalui warga.

Dari pantauan di lokasi, jalan yang sehari hari sering dilalui warga dalam melakukan aktivitas, saat ini dalam kondisi rusak berlubang dan digenangi air ketika turun hujan seperti halnya area kubangan. Hal tersebut yang menjadi sorotan permasalahan keluhan warga setempat hingga yang datang dari luar perumahan. Seolah adalah kejadian tersebut, pihak pengembang terkesan abai tidak segera memperhatikan untuk memberikan solusi segera adanya perbaikan pemeliharaan fasum tersebut.

Budy Mulyono salah satu warga penghuni Perum Griya Jetis Permai ditemui awak media mengatakan, saya ini sejak sekitar 20 tahun menempati rumah di lingkungan Griya Jetis Permai belum pernah melihat dari pihak pengembang melakukan pemeliharaan bahkan perbaikan jalan di lingkungan perumahan yang hingga saat ini kondisinya rusak berlubang semakin parah. Apalagi jika datang turun hujan jalannya seperti kubangan.

“Kami ini bersama warga lingkungan Perum GJP akhirnya harus melakukan donasi secara swadaya guna perbaikan jalan hingga pengadaan penerangan lampu jalan. Kami warga penghuni lingkungan Perum GJP berharap adanya campur tangan pihak Pemerintah setempat untuk membantu perbaikan jalan hingga pengadaan pemasangan lampu jalan,” ungkap Budy.

Lanjut Budy, kami bagian dari tim warga lingkungan sudah pernah mengajukan serta melayangkan surat kepada pihak pengembang, kepada pemerintah desa setempat hingga ke Bupati Mojokerto atas perbaikan fasum tersebut, namun hingga saat ini belum juga ada kejelasannya. Jika tidak segera ada perbaikan ya akan kita tanami pohon aja sebagai penanda jalan itu rusak gak layak dilalui pengendara. Bahkan bila pihak pengembang tidak segera merespon keluhan warga, kita akan lakukan penyegelan di kantor pemasaran GJP milik pengembang.

“Lokasinya sudah pernah disurvey oleh pihak pemerintah daerah mungkin dari Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto. Bahkan dari pemerintah daerah sempat juga mengundang dari pihak pengembang untuk dilakukan mediasi, namun pihak pengembang tidak juga hadir guna menyelesaikan masalah ini. Pihak pemerintah kabarnya terkendala adanya belum diserahkannya surat surat atau dokumen dari pihak pengembang kepada pemerintah daerah sebagai persyaratan area Pemeliharaan dan pembangunan yang berkelanjutan,” pungkas Budy Mulyono, Selasa (28/4/2026).

Terpisah melalui ponsel, Kepala Desa Jetis, Sigit Purnomo dikonfirmasi terkait keluhan warga GJP menjelaskan, bahwa saya sebagai kepala desa benar menerima keluhan warga GJP terkait tentang saluran irigasi yang diduga kurang sesuai atau tidak sama dengan pengajuan gambar rencana awal sejak sebelum pembangunan rumah tinggal dibangun pengembang. Pemeliharaan perbaikan jalan yang saat ini rusak parah bahkan ketika cuaca hujan airnya menggenang serta adanya pengadaan penerangan lampu jalan yang seharusnya dilakukan oleh pihak pengembang sebagai fasilitas umum belum juga segera dilakukan agar bisa dinikmati oleh warga penghuni Perum GJP.

“Seluruh aduan dari warga hanya bisa kita tampung dan kita bersama perwakilan warga sudah bersurat ke pihak pengembang serta ke pemerintah daerah. Hingga saat ini kita juga masih menunggu kejelasan dari pengembang dari salah satu BUMN untuk bisa melakukan perbaikan sarana fasilitas umum tersebut,” pungkas Sigit Purnomo. (Anto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA