Menu Gizi Standar Kerap Ditolak, DP3AP2KB Pulang Pisau Hadapi Tantangan Turunkan Stunting

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Okt 2025 13:24 0 34 REDAKSI

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menekan angka stunting masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya, masyarakat di beberapa wilayah belum terbiasa dengan menu makanan bergizi yang disediakan dalam program penurunan stunting.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Pulang Pisau, Bakhzar Efendi, mengungkapkan bahwa sebagian masyarakat menolak menu makanan standar yang telah disusun berdasarkan kebutuhan gizi anak. “Tim pendamping di lapangan melaporkan, ada warga yang menolak menu tertentu karena dianggap tidak sesuai dengan kebiasaan makan sehari-hari,” ujarnya di Pulang Pisau, Selasa 14 Oktober 2025.

Menurut Bakhzar, tim pendamping memiliki tugas khusus untuk memberikan edukasi dan pendampingan memasak kepada keluarga sasaran. Mereka menyiapkan menu bergizi seimbang untuk anak-anak stunting, lengkap dengan cara pengolahan yang sesuai standar kesehatan.

“Penolakan itu hanya terjadi pada beberapa menu dan waktu tertentu. Mungkin karena belum terbiasa, tetapi kami memahami hal itu sebagai bagian dari proses adaptasi masyarakat terhadap pola makan sehat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tantangan semacam ini tidak menyurutkan semangat pemerintah daerah dalam mencapai target penurunan angka stunting menjadi 20 persen pada tahun 2025. DP3AP2KB bersama tim percepatan penurunan stunting terus menggalang kolaborasi lintas sektor agar intervensi yang dilakukan lebih efektif.

“Program ini bukan sekadar soal makanan, tetapi bagaimana membangun kesadaran gizi sejak dini di lingkungan keluarga. Kami optimis, dengan kerja sama semua pihak dan kesabaran di lapangan, target penurunan stunting bisa tercapai,” pungkas Bakhzar. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA