DKPP Sumenep Gelar Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektare di Desa Gungngung

waktu baca 2 menit
Senin, 29 Mei 2023 10:20 0 61 REDAKSI

SUMENEP, RSN – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) ikut mensukseskan kegiatan Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan.

Hadir dalam Acara Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektare Se-Indonesia perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Hasanatun Hasinah. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Kapolres Sumenep, Dandim 0827 Sumenep, Kepala BPS, didampingi Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto dan Camat Batuan Guntur Abu Sofyan.

Kepala DKPP Sumenep Arif Firmanto mengungkapkan, luas lahan padi yang akan dipanen di Desa Gunggung, Kecamatan Batuan seluas 46,5 hektare.

Berdasarkan hasil pengukuran BPS, puluhan hektare lahan padi yang akan dipanen tersebut menghasilkan 8,5 ton per hektare.

“Ini artinya hasil produksi padi di Sumenep kali ini bagus,” jelas Arif Firmanto.

Pihaknya berterima kasih kepada para petani di Sumenep, khususnya petani di Desa Gunggung yang telah menanam padi sehingga bisa dipanen dalam kegiatan Panen Padi Nusantara hari ini.

“Terima kasih kepada para petani Sumenep kepada kelompok tani, khususnya di Desa Gunggung. Semangat terus untuk ketahanan pangan kita arif.

Sementara itu Bupati Sumenep Achmad Fauzi menjelaskan bahwa panen padi Nusantara 1 Juta Hektare Se-Indonesia merupakan program strategis ketahanan pangan yang dilaksanakan di 10 provinsi dan 66 Kabupaten se-Indonesia.

Sementara dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, hanya 17 kabupaten yang terpilih.

“Dari 17 kabupaten di Jawa Timur, alhamdulillah Sumenep menjadi salah satu kabupaten yang terpilih,” kata Bupati Achmad Fauzi.

Lebih lanjut Bupati Achmad Fauzi mengungkapkan, menjadikan sektor pertanian di Sumenep sebagai salah satu andalan dalam gerakan pemberdayaan pertanian dan ekonomi kerakyatan guna mendukung terwujudnya swasembada pangan.

“Alhamdulillah Sumenep dari Januari sampai April 2023 dibandingkan dengan tahun 2022 mengalami kenaikan luas lahan tanam kurang lebih 973 hektare atau naik 3,21 persen.

Dengan kenaikan luas lahan tanam tersebut, dia optimis hasil produksi padi akan meningkat 3,38 persen atau naik 5.655 ton.

Dia berharap kepada petani di wilayahnya setiap tahun terus menggarap lahan sehingga hasilnya maksimal untuk peningkatan produksi padi.

“Tujuannya tetap sama yaitu untuk ketahanan pangan karena ini faktor penting agar Indonesia mengurangi jumlah impor,” ungkap Bupati Achmad Fauzi.(Dy/Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA