
Foto : Muh.Abid Ardy Athariz mengukir segudang prestasi yang membanggakan.
SIGI,Rajawali1news.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin malam (8/6/2026).

Sejak pukul 20.00 WITA, para peserta cabang Tilawah Al-Qur’an dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah bergantian tampil membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan hakim dan ratusan masyarakat yang memadati arena perlombaan.

Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Muh Abid Ardy Athariz untuk mengukir segudang prestasi yang membanggakan. Selasa (9/6/2026)
Anak kedua dari pasangan Bapak Mariyadi Sstp M.Si dan Ibu Arfiah Sst M.Keb. ini membuktikan bahwa semangat pantang menyerah dapat membuahkan hasil luar biasa, baik di bidang seni suara maupun keagamaan.
Meski menyandang tuna netra sejak lahir, hambatan visual tersebut tidak sedikit pun menyurutkan binar semangat di wajah Abid.
Kepekaan pendengaran dan koordinasi motoriknya yang luar biasa justru menjadi kekuatan utama, Wacana keterbatasan fisik ia patahkan melalui kelincahan jemarinya saat menari di atas tuts piano serta kemampuannya menyerap lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan sangat presisi.
Namanya mencuat setelah berhasil meraih Juara 1 Lomba Menyanyi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah selama dua tahun berturut-turut.
Tidak hanya di tingkat daerah, kemampuan olah vokalnya juga diakui di kancah nasional dengan raihan Juara 3 Tingkat Nasional.
Tercatat, warga BTN Silae, Jalan Poso Raya ini juga pernah meraih predikat juara pada ajang MTQ Tingkat Kabupaten Parigi serta MTQ Tingkat Kota Palu.
Pasca dibuka secara resmi pada Ahad (7/6/2026) malam oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, Abid kini siap menunjukkan kemampuannya sebagai salah satu peserta dalam ajang MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2026 yang berlangsung di Taman Likuifaksi, Desa Lolu, Kabupaten Sigi.
Ia dijadwalkan tampil pada kategori Tilawah Dewasa dan Cacat Netra.Ditemui di sela-sela persiapan lomba, sang ayah, Bapak Mariyadi, menyampaikan rasa haru dan bangganya atas dedikasi putra kedua dari empat bersaudara tersebut.”
Kami selaku orang tua merasa sangat bersyukur dan Bangga terhadap Abid yang sudah mau tampil berani Tampa sedikitpun rasa malu atas apa yang Abid derita”..
Dan kami selaku orang tuanya tidak pernah memandang keterbatasan fisik Abid sebagai penghalang, Sejak kecil.
kami melihat ia memiliki kepekaan rasa yang tinggi terhadap nada dan Al-Qur’an.
Dan kami juga sebagi orang tua selalu menberi support ke Abid bahwa kamu nak sangat berbeda dari pada yang orang lain..
Melalui ajang MTQ XXXI di Sigi ini, kami hanya ingin Abid terus percaya diri, menyebarkan syiar Islam, dan membuktikan kepada dunia bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga mampu berdiri tegak dan berprestasi di panggung tertinggi,” ujar Mariyadi dengan mata berkaca-kaca.
Kisah Abid menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa dukungan penuh keluarga dan kegigihan pribadi mampu menembus batas keterbatasan fisik, sekaligus menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda di Bumi Tadulako.
Pesan dari kedua orang tuanya yaitu bapak Abid Maryadi”, Yang Nantinya Besar memiliki cita cita menjadi guru insyallah bisa tercapai , dan kami juga meminta mendoakan bersama .. amin.
Laporan Stefililis
Tidak ada komentar