Miris! Oknum Wartawan Ini Manfaatkan Teman Satu Profesi Yang Telah Kembali ke Rahmatulloh Untuk Minta Bantuan Dana

waktu baca 4 menit
Selasa, 5 Agu 2025 07:41 0 166 REDAKSI

BANGKALAN,rajawali1news.com – Beberapa waktu lalu telah terjadi berita duka tepatnya pada Sabtu (12/7) salah satu anggota komunitas Aliansi Jurnalis Independen Bangkalan (AJIB) menderita sakit dan perlu perawatan dari tim medis, awal mula rekan-rekan dari AJIB membawa ke puskesmas kota Bangkalan, selang beberapa hari dirujuk ke RSUD Syamrabu ditangani dokter spesialis penyakit dalam dr.Mahrus dan dr.Catur, karena tidak ada perkembangan akhirnya dirujuk ke rumah sakit Dr.Soetomo Surabaya, yang menimpa wartawan Suluhnusantara, bernama Mohammad Jali.A.J Kabiro di wilayah Bangkalan..

Namun, dengan kejadian tersebut diduga malah digunakan oknum wartawan (RD) untuk meminta bantuan dana kepada beberapa Kepala Sekolah, Kepala Pasar dan Kepala Desa yang ada di wilayah tersebut tanpa sepengetahuan dan seizin keluarga korban terutama kepada istri almarhum Jali.

“Sebenarnya kami keberatan atas kejadian ini, karena saat suami saya kena musibah mengalami sakit yang sangat serius dan pada akhirnya meninggal dunia, ada orang yang tega mengatasnamakan suami saya untuk kepentingan pribadi. Penggalangan dana itu tanpa sepengetahuan dan seizin kami,” kesal Istri almarhum dan saya merasa malu bahkan saya masih mampu membiayai mas Jali yang disampaikan kepada awak media, Senin (4/8/2025).

Awal mula dengan adanya kejadian ini, ada rekan media menghubungi kami, Pak apakah betul dari komunitas sampeyan AJIB ada penggalangan dana untuk almarhum Jali, dan kami jawab dengan tegas bahwa komunitas AJIB belum pernah melakukan penggalangan dana bagi almarhum bang Jali, setelah mendapat berita yang tidak mengenakkan, Turba melakukan investigasi ke setiap lembaga mencari bukti dan fakta kebenarannya berita tersebut ternyata benar adanya.

“Pada tanggal 15 Juli kemarin, tiga hari setelah almarhum Jali wafat, Oknum wartawan (RD) mendatangi salah satu lembaga pendidikan SD di Bangkalan dan mengaku menggalang dana untuk keluarga almarhum. Bahkan sempat mendatangi sekolahan kebetulan guru tersebut masih kerabat almarhum, Mas sampeyan ini dari mana koq mencari dana untuk almarhum, Saya ini keluarga almarhum jangan mengada-ngada, dan akhirnya oknum tersebut pergi meninggalkan tidak jadi minta sumbangan bantuan dana, disisi lain sempat mengisi buku tamu dengan keperluan minta bantuan taksyiah untuk almarhum Jali”.

Beberapa guru yang sempat ditemui mengatakan bahwa RD datang menunjukkan ID Card wartawan dan meminta sumbangan. Dana tersebut, kata RD, akan digunakan untuk membeli air mineral yang katanya akan diserahkan kepada keluarga almarhum.

“Saya bahkan sempat memberikan dua amplop, satu untuk keluarga almarhum dan satu lagi untuk biaya transportasi RD,” ujar salah satu guru SD yang enggan disebut namanya namun dapat dipercaya”.

Namun fakta berbeda terungkap saat tim investigasi media mendatangi langsung istri dari almarhum Jali. Wanita yang tengah berduka tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta siapapun untuk menggalang dana dan tidak pernah menerima bantuan dalam bentuk apapun dari oknum wartawan.

“Saya tidak pernah menyuruh siapapun menggalang dana. Bahkan saya tidak pernah menerima apapun dari orang bernama RD itu. Saya malu jika ada penggalangan dana tanpa sepengetahuan saya, seakan-akan kami tidak mampu membiayai tahlilan dan acara 40 harinya suami saya,” ungkap istri almarhum, dengan nada kecewa.

Ia juga menambahkan bahwa tindakan RD telah mencoreng harga diri keluarganya dan akan menempuh jalur hukum dengan alasan pencemaran nama baik.
“Saya merasa tersinggung. Kalau benar itu dilakukan RD, saya dan keluarga akan melaporkannya ke polisi. Jangan sampai tindakan semacam ini dibiarkan, karena sangat merugikan kami dan mencoreng nama baik profesi wartawan yang sejatinya bekerja dengan kode etik,” tegasnya.

Kasus ini menuai keprihatinan mendalam dari kalangan jurnalis di Bangkalan. Mereka menyayangkan tindakan oknum seperti RD yang bertindak di luar jalur etik profesi dan membawa-bawa nama media untuk kepentingan pribadi, Tindakan manipulatif semacam ini dinilai mencidrai integritas jurnalisme dan marwah media. Komunitas Jurnalis Bangkalan mendesak aparat penegak hukum agar segera mengambil langkah tegas terhadap oknum tersebut, Agar kejadian serupa tidak terulang kembali sekaligus memberikan efek jera bagi siapapun yang melakukan perbuatan tidak terpuji ini, apalagi mencoreng nama baik media dan wartawan. (Tim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA