Longki Menyoroti Pentingnya Penyerapan Gaba Beras Dan Hasil Panel Petani Lokal

waktu baca 2 menit
Kamis, 30 Apr 2026 20:14 0 1 REDAKSI

Foto : Gudang Perum Bulog di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong.

SULTENG,Rajawali1news.com – Parigi Moutong Anggota DPR RI daerah pemilihan Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, meninjau gudang Perum Bulog di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis (30/4), untuk memastikan ketersediaan stok beras sekaligus melihat penyerapan hasil panen petani di daerah tersebut.

Dalam kunjungan itu, Longki berdialog dengan petugas gudang dan pihak Bulog mengenai kondisi stok, kualitas beras, serta proses distribusi. Ia mengatakan pengawasan lapangan penting dilakukan agar ketersediaan pangan tetap terjaga.

“Kami ingin memastikan stok beras di daerah dalam kondisi aman dan distribusinya berjalan baik,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berdasarkan hasil pemantauan, cadangan beras di gudang Bulog masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan dengan kualitas yang layak dikonsumsi.

Selain itu, Longki juga menyoroti pentingnya penyerapan gabah dan beras hasil panen petani lokal, khususnya di wilayah Parigi Moutong. Menurut dia, peran Bulog diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di tingkat petani, terutama saat musim panen.

“Penyerapan hasil panen perlu terus ditingkatkan agar harga di tingkat petani tetap stabil,” katanya.

Ia menambahkan, selama ini sebagian petani cenderung menjual beras dibandingkan gabah. Karena itu, ia mendorong Bulog untuk tetap mengoptimalkan penyerapan dalam kedua bentuk tersebut sesuai kebijakan yang berlaku.

Di sisi lain, Longki juga meminta agar sosialisasi mengenai standar kualitas dan harga pembelian dapat dilakukan secara berkelanjutan kepada petani. Dengan begitu, petani memiliki pemahaman yang lebih baik saat menjual hasil panennya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, mengatakan stok beras di wilayah tersebut saat ini mencapai sekitar 23.000 ton dan diperkirakan cukup hingga November 2026.

Ia menambahkan, Bulog terus melakukan penyerapan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat. Tahun ini, target penyerapan meningkat menjadi 11.300 ton dibandingkan tahun sebelumnya sekitar 8.000 ton.

“Kami terus melakukan penyerapan untuk memenuhi target yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat mendukung upaya menjaga ketersediaan pangan serta memperkuat koordinasi antara pemerintah, Bulog, dan petani di daerah. ( Stefi )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA