“Langkah Kaki di Tanah Rejotangan, PLT Bupati: Lari Ini Untuk Sehat, Untuk Alam, Untuk Wong Cilik”Fun Trail Run 2026, Ketika Keringat Pagi Menjadi Doa Untuk Tulungagung

waktu baca 3 menit
Minggu, 9 Agu 2026 13:04 0 1 REDAKSI

Foto : Rejotangan Fun Trail Run 2026.

TULUNGAGUNG,Rajawali1news.com – Pukul enam pagi, udara di Rejotangan masih dingin menusuk. Embun belum sepenuhnya hilang dari pucuk rumput dan daun talas di pinggir sawah. Tapi di lapangan desa, suasana sudah ramai sejak satu jam sebelumnya. Ratusan orang sudah berkumpul. Ada yang pemanasan, ada yang ngobrol sambil ngopi, ada yang sibuk foto-foto dengan latar belakang bukit. Karena pagi itu, Rejotangan tidak sedang tidur. Rejotangan sedang merayakan.

Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, digelarlah Rejotangan Fun Trail Run 2026. Bukan kompetisi resmi. Bukan ajang cari juara. Ini adalah lari santai menyusuri alam. Lari yang tujuannya bukan garis finish, tapi kebersamaan di sepanjang jalan.

Yang membuat pagi itu terasa istimewa adalah kehadiran PLT Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M. Beliau datang tidak sendiri. Datang bareng masyarakat. Pakai kaos olahraga sederhana, topi, dan sepatu lari. Berdiri di barisan paling depan, sejajar dengan para peserta dari desa, pelajar, komunitas lari, sampai ibu-ibu PKK. Tidak ada jarak antara pemimpin dan yang dipimpin.

Sebelum peluit start dibunyikan, beliau sempat memberikan sambutan singkat. Suaranya tenang, tapi menggema di tengah lapangan.
“Bapak ibu, adik-adik yang saya banggakan… Pagi ini kita berkumpul bukan hanya untuk lari. Pagi ini kita sedang menulis sejarah kecil. Sejarah tentang bagaimana kita merayakan kemerdekaan dengan sehat, dengan ceria, dan dengan cinta pada tanah kita sendiri,” ujarnya.

“Lewat jalur ini, kita akan lihat sawah kita. Kita akan lewati kebun warga. Kita akan sapa anak-anak di pinggir jalan. Karena kemerdekaan itu harus dirasakan, bukan hanya diperingati,” lanjutnya.

Begitu aba-aba dilepas, ratusan kaki langsung bergerak serentak. Debu tipis mengepul, bercampur aroma tanah basah. Jalurnya memang tidak mudah. Ada tanjakan yang membuat dada sesak. Ada turunan licin karena embun. Ada jalan setapak di antara pematang sawah yang hanya cukup untuk dua orang. Tapi justru di situlah letak bahagianya. Karena setiap kali capek, pasti ada warga yang berdiri di pinggir jalan sambil berteriak “semangat pak, semangat bu!”. Ada anak kecil yang menyodorkan air mineral. Ada ibu-ibu yang menggelar tikar dan jualan jajanan pasar.

Di tengah perjalanan itulah kita sadar. Event ini bukan hanya tentang olahraga. Ini tentang menghidupkan ekonomi. Warung kopi di pertigaan jadi rame. Penjual gorengan laris. Tukang ojek dapat penumpang dari luar kota yang ikut lomba. UMKM kecil ikut tersenyum karena pagi itu rezekinya mengalir.

Sesampainya di garis finish, PLT Bupati tampak kelelahan tapi wajahnya cerah. Keringat bercucuran, tapi beliau tetap menyempatkan diri bersalaman dan berfoto dengan peserta.
“Saya senang sekali. Lihat ini, masyarakat kita kompak. Alam kita indah. Dan yang paling penting, ekonomi warga ikut bergerak. Ini yang kita inginkan. Olahraga yang menyehatkan badan, sekaligus menyehatkan dompet warga,” katanya sambil tertawa.

Pagi itu ditutup dengan senam bersama dan pembagian doorprize. Tapi hadiah terbesarnya bukan itu. Hadiah terbesarnya adalah rasa. Rasa bangga jadi warga Tulungagung. Rasa memiliki terhadap desa sendiri. Rasa bahwa kita masih bisa berkumpul, tertawa, dan berkeringat bersama tanpa sekat.

Karena pada akhirnya, kemerdekaan itu memang harus seperti ini.
Dimulai dari pagi hari. Dengan langkah kaki yang kompak. Dengan napas yang memburu tapi hati yang lega. Dengan keyakinan bahwa tanah yang kita pijak ini layak kita jaga, kita rawat, dan kita rayakan bersama-sama.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Sehat, Kuat, dan Guyub Selalu Tulungagung.(BB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA