
BANGKALAN,rajawali1news.com – 10 Agustus 2025, Suasana malam yang dingin di RT.02 RW.03 Kelurahan Kemayoran, Kecamatan kota Bangkalan, Kabupaten Bangkalan berubah menjadi penuh semarak dan gelak tawa. Lapangan volly di area RT 02 yang biasanya tenang mendadak ramai oleh sorakan warga yang antusias menyaksikan sebuah perlombaan tak biasa: para bapak-bapak mengikuti lomba nyunggi tempe (nyo’on geddeng madura red) dengan mengapit bola.
Keunikan lomba ini sukses mengundang perhatian dan tawa dari penonton, menjadikannya salah satu acara paling dinanti dalam rangkaian perayaan agustusan, Persiapan dilakukan secara gotong royong, menandai semangat kebersamaan yang begitu kuat di kalangan pemuda RT.02 RW.03 Kelurahan Kemayoran.
Menurut Wakil Ketua Panitia, Alvinabdillah tercetuslah dengan nama Kopasus Kemayoran (Kelompok Panitya Agustusan), Lomba ini dirancang bukan semata-mata untuk kompetisi, melainkan sebagai bentuk hiburan dan ajang kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kami ingin menciptakan suasana yang menyenangkan dan bisa dinikmati semua kalangan. Maka kami hadirkan lomba yang lucu, unik, tapi tetap kompetitif,” jelasnya.
Dikesempatan ini Seksi Pemuda Suparman menyampaikan, Bahwa sanya “Nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan kembali hidup melalui kegiatan ini. Kita bisa melihat bagaimana warga saling bahu-membahu, membantu satu sama lain, dan berbaur tanpa memandang usia atau status,” tuturnya.
Lebih dari sekadar sebuah perayaan, Lomba ini menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi antarwarga. Bang Parman juga berharap, partisipasi para generasi muda dalam acara ini dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap perjuangan para pahlawan dan menjaga semangat persatuan.
“Kami ingin anak-anak dan remaja di sini tidak hanya menikmati kemerdekaan, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur dari perjuangan di baliknya,” imbuhnya.
Di sela-sela kegiatan, Ketua RT 02 RW 03, Sri Martini Siswoto menyampaikan, bahwa lomba Agustusan sudah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti warga.
“Ini sudah menjadi warisan dari generasi ke generasi. Kita ingin terus menjaga semangat gotong royong dan nasionalisme melalui kegiatan sederhana namun bermakna seperti ini,” kata Ibu Sis sapaan akrabnya kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa penting bagi generasi muda untuk mengetahui bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diraih dengan mudah. Perjuangan para pahlawan yang begitu gagah berani perlu selalu dikenang dan dihormati.
Dengan semarak lomba yang diadakan, warga berharap semangat cinta tanah air terus tumbuh dalam jiwa generasi muda. Kegiatan seperti ini dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, semangat persatuan, dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.
“Tanpa perjuangan para pendahulu, kita tidak bisa merasakan kemerdekaan seperti hari ini. Apa artinya lelah dan tenaga, jika dibandingkan dengan pengorbanan nyawa mereka? Tugas kita adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif,” Imbuh Sri Martini, Ketua RT 02 RW 03.
Rangkaian kegiatan ini akan ditutup dengan acara puncak berupa malam tasyakuran yang akan diselenggarakan pada tanggal 16 Agustus 2025. Dalam malam tersebut, panitia akan mengumumkan para pemenang lomba sekaligus membagikan hadiah dan doorprize.
(Wie)
Tidak ada komentar