
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mulai menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini dengan membekali para pelajar ilmu mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan sampah. Langkah ini menjadi upaya strategis pemerintah daerah dalam mencetak generasi muda yang peduli dan tangguh menghadapi krisis lingkungan.
Kepala DLH Pulang Pisau, Hendri Arroyo, mengatakan kegiatan edukasi tersebut menyasar pelajar tingkat SMP dan SMA sederajat. Mereka tidak hanya diajak memahami konsep perubahan iklim, tetapi juga dilatih untuk melakukan aksi nyata seperti menanam pohon dan memilah sampah di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini adalah langkah awal membentuk generasi hijau yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya. Anak-anak inilah yang nantinya akan menjadi agen perubahan di sekolah maupun di masyarakat,” ujar Hendri di Pulang Pisau, Selasa 14 Oktober 2025.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara DLH Provinsi Kalimantan Tengah, DLH Pulang Pisau, dan sejumlah sekolah di wilayah setempat dengan melibatkan 55 pelajar. Melalui pendekatan interaktif, para siswa diperkenalkan pada isu-isu lingkungan lokal, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir yang kerap terjadi di Pulang Pisau.
“Pulang Pisau termasuk wilayah yang rawan karhutla dan kebanjiran. Karena itu, penting bagi generasi muda memahami risiko tersebut dan tahu bagaimana langkah mitigasinya,” jelasnya.
Selain menanamkan pengetahuan, DLH juga berharap kegiatan ini bisa melahirkan para duta lingkungan di setiap sekolah. Mereka diharapkan mampu menjadi contoh dan penggerak perubahan perilaku ramah lingkungan di lingkungannya masing-masing.
“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti di ruang sosialisasi. Sekolah diharapkan bisa menindaklanjuti dengan membuat bank sampah atau menanam bibit pohon di halaman sekolah. Dari hal kecil seperti itu, gerakan hijau bisa tumbuh luas,” tutup Hendri Arroyo. (RHN)
Tidak ada komentar