
Foto : Korban menerima bantuan beras.
BANYUWANGI,rajawali1news.com – Korban dugaan penganiayaan yang dialami MSH (56) warga Kelurahan Kampung Ujung, Kecamatan Banyuwangi terus menjadi perhatian oleh masyarakat dan pemerintah setempat. Korban yang mengalami luka akibat insiden tersebut diduga korban penganiayaan yang melibatkan Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia AF di Marina Boom Banyuwangi pada Minggu (29/3/2026) yang lalu.
Atas insiden tersebut Camat Banyuwangi Andik Basuki bersama panitia Gebyar Lebaran Pantai Boom Marina Banyuwangi memberikan santunan kepada MSH (56), korban dugaan pemukulan oleh warga negara asing asal Rusia berinisial AF tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan di rumah korban di Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (02/04/2026) pagi.
Camat Banyuwangi Andik Basuki menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap korban yang masih dalam kondisi sakit.
“Ini suatu bentuk kepedulian kami kepada beliau yang kemarin mengalami musibah, kami memberikan support supaya semakin kuat sehat agar bisa beraktivitas lagi,” kata Andik.
Terkait dugaan penganiayaan tersebut, Andik menyatakan proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada Polresta Banyuwangi. “Kasus ini sudah dilimpahkan oleh pihak Polresta Banyuwangi, kita hormati prosesnya, dan kami menghimbau kepada masyarakat agar selalu ikut serta dalam menjaga Banyuwangi yang aman dan kondusif,” terang Andik, Camat Banyuwangi.
Ketua Panitia Gebyar Lebaran Pantai Boom, Subagyo, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan inisiatif dari panitia.
“Ada 25 sak beras dikali 2,5 kilogram, ini swadaya panitia,” ujar Subagyo.
Ia juga menyebut bahwa terkait kemungkinan penyelesaian secara kekeluargaan, hal tersebut bergantung pada keputusan antara pihak korban dan terlapor.
“Untuk kekeluargaan, nanti tergantung pihak antara korban dan pemukul,” ungkapnya.
Sementara itu, MSH mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini masih menjalani pengobatan.
“Alhamdulillah dapat dukungan, untuk (luka) terkilir masih berobat sampai sekarang, masih terapi terus,” kata MSH.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku tidak dapat beraktivitas dan bekerja selama sekitar satu minggu karena harus menjalani perawatan.
Tidak ada komentar