
Foto : Nobar piala dunia 2026 di halaman kantor Pemkab Tulungagung.
TULUNGAGUNG,rajawali1news.com – Biasanya sepi dan formal. Malam itu, halaman Kantor Pemkab Tulungagung berubah jadi lautan manusia. (19/7/2026).
Di bawah langit terbuka, Pemkab Tulungagung menggelar Nobar Akbar Grand Final Piala Dunia 2026. Layar raksasa berdiri gagah tepat di depan kantor bupati.
Ribuan warga datang. Duduk di tikar, di kursi plastik, bahkan lesehan di aspal. Semua demi satu hal: kebersamaan.
Hangat di Tengah Gedung Negara
Sorak sorai menggema memantul di tembok kantor pemkab.
Ada anak kecil duduk di pundak bapaknya. Ada ibu-ibu bawa termos kopi. Ada komunitas bola pakai jersey beda-beda tapi tepuk tangan bareng.
Di tempat yang biasanya jadi pusat birokrasi, malam itu jadi pusat rasa.
“Gak nyongko iso nobar neng ngarep kantor pemkab. Rasane bangga, meriah, sekaligus akrab,” kata salah satu warga.
Pihak Pemkab mengatakan nobar ini sengaja digelar di halaman kantor agar semua kalangan bisa ikut. Gratis, terbuka, dan guyub.
“Kantor ini rumah rakyat. Malam ini kita buktikan, di sini tempat kita berkumpul, tertawa, dan bersatu lewat sepak bola,” ujar perwakilan Pemkab.
UMKM sekitar juga ikut kebagian rezeki. Jualan mulai dari cilok, kopi, sampai atribut bola laris manis. Saat peluit akhir berbunyi, orang-orang masih bertahan. Saling foto, saling ngobrol, belum mau pulang.
Karena yang dicari malam itu bukan cuma siapa juaranya. Tapi rasa memiliki. Rasa bahwa di Tulungagung, kita nonton bareng, kita bangga bareng. (Bb)
Tidak ada komentar