Mimik Idayana Dorong Kampung Lali Gadget Jadi Model Pembelajaran Karakter

waktu baca 2 menit
Senin, 4 Mei 2026 18:34 0 9 REDAKSI

Foto : Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana.

Sidoarjo,Rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara aktif mendorong pengembangan ekosistem pendidikan luar ruang guna meminimalisir ketergantungan anak terhadap perangkat digital. Melalui penguatan wahana belajar yang berbasis kearifan lokal, pemerintah berupaya mengembalikan esensi dunia bermain yang mendukung tumbuh kembang karakter sejak usia dini. Integrasi antara kurikulum formal dan aktivitas fisik di alam terbuka dipandang sebagai solusi strategis dalam menghadapi tantangan disrupsi teknologi di kalangan generasi muda.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif lokal yang mampu menghadirkan ruang belajar alternatif bagi siswa PAUD hingga sekolah dasar. Menurutnya, keberadaan fasilitas seperti Kampung Lali Gadget di Wonoayu merupakan instrumen penting untuk membangun kreativitas serta kemampuan sosial anak secara natural. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mensinergikan program ini dengan instansi terkait agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh institusi pendidikan di seluruh wilayah Sidoarjo.

“Kampung Lali Gadget ini sangat luar biasa karena mampu menjadi solusi atas kekhawatiran kita terhadap penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak,” ujar Hj. Mimik Idayana.

Mimik Idayana juga menekankan bahwa model pembelajaran kontekstual seperti ini tidak harus selalu dilakukan jauh dari sekolah, melainkan dapat diadaptasi dengan memaksimalkan sarana yang tersedia di lingkungan pendidikan masing-masing. Ia melihat potensi besar dalam penggunaan permainan tradisional sebagai media edukasi yang mampu menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental anak di era digital. Dukungan kebijakan akan terus diarahkan untuk memastikan wahana-wahana serupa mendapatkan ruang yang memadai dalam sistem pendidikan daerah.

“Hal ini dapat menjadi model pembelajaran kontekstual di luar kelas khususnya untuk jenjang PAUD/TK dan SD, di mana anak-anak belajar nilai kebersamaan dan kreativitas,” tambahnya.

Pendiri Kampung Lali Gadget, Achmad Irfandi, menjelaskan bahwa gagasan ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap perubahan pola bermain anak yang kini didominasi oleh layar ponsel. Melalui penyediaan berbagai permainan tradisional seperti egrang dan gobak sodor, pihaknya berupaya menanamkan kembali nilai-nilai luhur dan kearifan lokal dalam setiap interaksi sosial anak. Kehadiran dukungan dari pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat eksistensi wahana ini sebagai rujukan edukasi karakter bagi generasi mendatang di Sidoarjo.

“Kami ingin mengembalikan dunia anak ke dunia bermain yang sesungguhnya melalui berbagai kegiatan yang sarat dengan kearifan lokal,” ungkap Achmad Irfandi.

Sinergi antara kreativitas komunitas lokal dan dukungan birokrasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih sehat bagi generasi muda. Dengan kembalinya semangat bermain di alam terbuka, fondasi karakter anak-anak Sidoarjo akan semakin kokoh dalam menghadapi dinamika kemajuan zaman. (YG)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA