
Foto : lokasi longsor gunung di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki.
SIGI,SULAWESI TENGAH,Rajawali1news.com — Pasca gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Sigi, tim lapangan melakukan survei lokasi longsor gunung di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilalaki.

Material longsoran berupa tanah, bebatuan, dan pepohonan menutup sebagian aliran Sungai Kamarora dan Sungai Keli. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berada di kawasan aliran sungai masyarakat sekitar.
Tim dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) bersama perangkat desa turun langsung melakukan pemeriksaan lokasi pada Sabtu (20/6/2026) untuk melihat kondisi longsoran serta dampaknya di lapangan.
Informasi tersebut dibagikan melalui akun Facebook Hamsah Hamid, seorang konten kreator Facebook yang diketahui juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi dan menjabat sebagai Sekretaris Kecamatan (Sekcam).
Dalam unggahannya, Hamsah Hamid menyampaikan bahwa tim sedang melakukan survei terhadap gunung yang longsor dan menutup aliran Sungai Kamarora serta Sungai Keli akibat gempa.
Video yang dibagikan memperlihatkan sejumlah orang berada di lokasi longsoran untuk melihat langsung kondisi medan dan area terdampak.
Unggahan tersebut mendapat perhatian masyarakat. Warganet ArYani Saleng menanyakan lokasi longsor yang kemudian dijelaskan berada di wilayah Kamarora. Sementara Lisvita Toding menanyakan luas longsoran, dan Hamsah Hamid menyebut area material longsor diperkirakan sekitar dua kali luas lapangan bola.
Warganet Duan Doang berharap kondisi aliran air segera mendapat penanganan agar kembali berjalan normal.
Pemeriksaan lapangan ini menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi terbaru longsoran, termasuk dampaknya terhadap aliran sungai dan lingkungan sekitar.
Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi dari pihak terkait serta menjaga kewaspadaan terhadap kondisi alam pasca gempa.
Laporan stefililis
Tidak ada komentar