
Foto : Achmad Fauzi lantik pejabat administrator dan pengawas di pendopo Agung Keraton Sumenep.
SUMENEP,Rajawali1news.com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, kembali melakukan rotasi puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep. Pada momentum tersebut, ia mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar simbol kehormatan, tapi amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Sebanyak 31 pejabat administrator dan pengawas dilantik sekaligus diambil sumpah dan janjinya. Mereka terdiri atas sekretaris organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekretaris dan kecamatan dan kepala UPTD, serta sejumlah jabatan administrator dan pengawas lainnya, di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Rabu, 15 Juli 2026.
Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Fauzi menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara (ASN) harus mampu menjaga kepercayaan yang diberikan dengan bekerja secara profesional dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Ia menambahkan atas nama Pemkab Sumenep saya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang hari ini dilantik, semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab sesuai tugas dan jabatan masing-masing, ujar Bupati Sumenep.
“Kepemimpinan bukan hanya tentang kewenangan, tetapi tentang keteladanan dalam rangka memberikan solusi, membangun kerjasama yang baik, dan menjadi contoh bagi seluruh jajaran,” tegasnya.
Ia menyatakan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) hendaknya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam menjalankan tugas, karena kualitas sumber daya manusia aparatur sebagai kunci utama menjawab tantangan pembangunan daerah.
Sementara, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo melantik sekaligus mengambil sumpah dan janji pejabat administrator serta pengawas sebanyak 31 orang, meliputi jabatan Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Sekretaris Kecamatan dan Kepala UPTD.
Pelayanan publik yang semakin dinamis mengharuskan setiap ASN mengembangkan kemampuan, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja, sehingga tidak boleh merasa puas dengan kemampuan, tetapi harus belajar dan berinovasi agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
” Kami tekankan seluruh perangkat daerah untuk membangun budaya kerja yang produktif adaptif terhadap perubahan dan berorientasi pada pencapaian kinerja jadi sinergi antar lembaga menjadi faktor penting dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan,” harapnya. (Akbar)
Tidak ada komentar