Jayadikarta Pastikan Defisit Rp60 Miliar Tak Ganggu Prioritas Pembangunan Pulang Pisau

waktu baca 2 menit
Selasa, 14 Okt 2025 09:16 0 31 REDAKSI

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Wakil Bupati Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Ahmad Jayadikarta menegaskan defisit anggaran daerah yang mencapai sekitar Rp60 miliar pada tahun ini tidak akan menghambat jalannya pembangunan prioritas. Pemerintah daerah memastikan arah kebijakan tahun 2026 tetap berpihak kepada rakyat melalui sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga lingkungan hidup.

Menurutnya, penyesuaian keuangan daerah memang harus dilakukan, namun komitmen untuk menjaga pelayanan publik dan pemerataan pembangunan tetap menjadi pegangan utama. “Meski anggaran berkurang, prioritas pembangunan tetap berjalan sesuai rencana dan menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Jayadikarta di Pulang Pisau, Senin 13 Oktober 2025.

Untuk menutup celah keuangan daerah, pemerintah daerah kini mendorong percepatan Dana Bagi Hasil (DBH) sekaligus menyiapkan strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah itu ditempuh melalui pemutakhiran data pajak, peningkatan kepatuhan wajib pajak, serta optimalisasi penilaian objek pajak di delapan kecamatan.

“Kami sependapat bahwa peningkatan PAD menjadi salah satu jalan memperkuat kemampuan fiskal daerah. Itu yang terus kita dorong dengan berbagai strategi yang realistis,” ujarnya.

Selain fokus pada PAD, pemerintah daerah juga menanggapi harapan DPRD agar laporan realisasi anggaran tahun sebelumnya dijadikan bahan analisis modern. Jayadikarta memastikan koordinasi dengan perangkat daerah dilakukan secara berkelanjutan untuk menyusun laporan yang transparan dan profesional.

Ia menegaskan pembangunan Pulang Pisau juga diarahkan selaras dengan kebijakan nasional, terutama dalam mendukung percepatan pemulihan ekonomi. Fokus daerah saat ini meliputi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, serta hortikultura yang diyakini mampu menggerakkan ekonomi rakyat.

“Kami ingin setiap program pembangunan berjalan sinergis dengan pusat sehingga visi Indonesia Emas 2045 bisa kita capai bersama,” jelasnya.

Jayadikarta menambahkan, komitmen pembangunan tidak hanya terpusat di kota kabupaten. Program prioritas tetap menyentuh masyarakat di delapan kecamatan dengan menitikberatkan pada pengembangan infrastruktur, pertanian, dan ekonomi kreatif agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan secara merata. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA