
Foto : Penganugerahan Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026 yang digelar di Best Western Plus Coco Palu pada Jumat malam (12/06)
PALU,Rajawali1news.com — Malam Penganugerahan Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026 yang digelar di Best Western Plus Coco Palu pada Jumat malam (12/06) melahirkan cerita perjuangan yang luar biasa.
Salah satu mahasiswi berprestasi, Zusyan Nurul Islami, berhasil menembus persaingan ketat dan dinobatkan sebagai Juara Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026. Gadis bersahaja asal Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala ini membuktikan bahwa keterbatasan kondisi tidak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi tertinggi di tingkat provinsi.
Zusyan merupakan anak ketiga dari pasangan almarhumah Zuhriyah Intan dan almarhum Syafrudin Noor. Meski kini menyandang status yatim piatu, semangat juang Zusyan tidak pernah surut.
Sejak kepergian kedua orang tuanya, ia dibimbing dan dibiayai menempuh pendidikan dari sekolah hingga bangku kuliah keperawatan di STIKES oleh paman dan tantenya.
Salah satu sosok krusial di balik keberhasilannya adalah sang paman, Mariyadi, S.S.T.P., M.Si., yang selama ini dengan penuh kasih sayang menjaga, membimbing, dan mendukung langkahnya hingga titik ini.Kehidupan sehari-hari Zusyan penuh dengan kesederhanaan dan pengabdian.
Ia tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Wani 1 bersama neneknya. Di sela-sela kesibukan kuliahnya, gadis yang dikenal sangat rajin ini dengan setia merawat sang nenek.
Di balik kesederhanaannya itu, Zusyan merupakan sosok yang cerdas dan dikenal mahir dalam berbahasa Inggris, modal kuat yang membawanya unggul dalam ajang kebahasaan ini.Atas kemenangan ini, Zusyan berhak mendapatkan piala, selempang kehormatan, serta hadiah pembinaan sebesar Rp2.000.000.
Lebih dari itu, sebagai pemenang terbaik, Zusyan Nurul Islami kini mengemban amanah besar untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa dan bersiap mewakili Provinsi Sulawesi Tengah di ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional 2026.
Kisah Zusyan menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, bakat, dan restu dari keluarga yang mendukung mampu mengantarkan seorang anak dari huntara menuju panggung prestasi tertinggi.
Laporan stefililis
Tidak ada komentar