Zusyan Nurul Islami Anak Desa Wani Penjaga Nenek Di Huntara Yang Kini Jadi Duta Bahasa Sulteng

waktu baca 2 menit
Sabtu, 13 Jun 2026 00:19 0 11 REDAKSI

Foto : Malam penganugerahan di Hotel Best Western Plus Coco Palu.

PALU,Rajawali1news.com – Kisah inspiratif datang dari perhelatan Malam Puncak Pemilihan Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026 yang digelar oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Sinar panggung malam penganugerahan di Hotel Best Western Plus Coco Palu, Jumat (12/6/2026), menjadi saksi lahirnya seorang juara tangguh yang sarat prestasi dan motivasi.

Zusyan Nurul Islami, seorang anak muda bersahaja asal Desa Wani, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, sukses menembus ketatnya persaingan dan menobatkan diri sebagai juara Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026.

Tangguh Menghadapi Ujian KehidupanZusyan merupakan anak ketiga dari pasangan almarhumah Zuhriyah Intan dan almarhum Syafrudin Noor.
Meski saat ini menyandang status yatim piatu, keterbatasan tersebut tidak pernah menyurutkan semangatnya untuk terus melangkah maju.

Sehari-hari, Zusyan tinggal di Hunian Sementara (Huntara) Wani Satu untuk merawat sekaligus menjaga sang nenek tercinta.

Di kalangan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya, Zusyan dikenal luas sebagai sosok anak yang rajin, berbakti, dan tetap rendah hati dalam kesehariannya.Didikan Keluarga dan Kemahiran BerbahasaKeberhasilan Zusyan merengkuh gelar bergengsi ini tidak lepas dari peran besar paman dan tantenya yang tulus mengasuh, mendidik, serta membiayai sekolahnya hingga bangku kuliah yang kini sedang ia tempuh di STIKES.

Secara khusus, bimbingan dan arahan dari sang paman, Mariyadi, S.STP., M.Si., menjadi pilar penting yang terus menguatkan mental dan tekad Zusyan untuk berprestasi di tingkat provinsi.Selain memiliki kepribadian yang santun, Zusyan juga memiliki modal kompetensi yang sangat kuat, salah satunya adalah mahir dan fasih dalam berbahasa Inggris.

Kemampuan komunikasi lintas bahasa ini, dipadukan dengan pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga bahasa daerah dan bahasa Indonesia, menjadikannya figur yang sangat ideal untuk menyandang gelar Duta Bahasa.Membawa Harapan untuk Donggala dan Sulawesi TengahDengan kemenangan manis ini, Zusyan Nurul Islami tidak hanya membawa pulang penghargaan apresiasi senilai Rp 2.000.000, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi masyarakat Kabupaten Donggala, khususnya warga Desa Wani.

Sebagai Duta Bahasa Sulawesi Tengah 2026, Zusyan kini memikul misi besar bersama Balai Bahasa untuk mengampanyekan Trigatra Bangun Bahasa—utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing—serta bersiap melangkah membawa nama harum bumi Tadulako ke ajang Pemilihan Duta Bahasa Tingkat Nasional.

Laporan stefililis

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA