Dinas Kebudayaan, Pemuda,Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Menggelar Festival Klenengan 2026 Sebagai Seni Budaya Leluhur Sumenep

waktu baca 2 menit
Senin, 13 Jul 2026 08:50 0 12 REDAKSI

Foto : Festival seni budaya klenengan Sumenep.

SUMENEP,Rajawali1news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlangsungan seni budaya tradisional di tengah perkembangan zaman yang semakin modern. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui penyelenggaraan Festival Klenengan 2026 yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep.

Mengangkat tema Menyelami Keindahan Musik Gamelan Khas Madura. Acara festival yang berlangsung di Lapangan Kesenian Gotong Royong, Sabtu malam (11/7/2026),
Menyelami Keindahan Musik Gamelan Khas Madura. Acara yang memadukan harmoni bunyi dan tarian sarat kearifan lokal ini sukses menarik perhatian masyarakat.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H. melalui Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Hizbul Wathan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta melestarikan budaya Klenengan.

“Mari kita harus bersama rawat dan lestarikan budaya ini Festival sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam merawat warisan budaya yang diukir oleh leluhur Diera modern seperti saat ini budaya tidak boleh tergerus, kami harus mampu melestarikan dengan berbagai inovasi dan kreativitas, ujarnya.

Tujuh grup Klenengan turut memeriahkan dan menghibur penonton dengan lantunan musik dan suara para sinden.

Kepala Disbudporapar Sumenep A. Faruk Hanafi mengatakan mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan dikukuhkan.

Kami meminta seluruh pengurus amanah dan bertanggung jawab atas tugas yang diemban. Semoga dengan dikukuhkannya pengurus ini, budaya klenengan di Sumenep tetap lestari dan dapat ditumbuhkembangkan oleh generasi berikutnya, harapnya.

Pemkab Sumenep berharap adanya sentuhan inovasi lintas generasi pada kesenian lokal. Dengan begitu, seni tradisional diyakini dapat dikemas jauh lebih menarik dan relevan dengan zaman, tanpa harus mengikis nilai-nilai aslinya. (Akbar)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA