
Foto : Tokoh masyarakat Tarantang sekaligus Kepala Handel pada era 1980-an, Zainudin.
KUALA KAPUAS,Rajawali1news.com– Program Rehabilitasi dan Percetakan Sawah yang dilaksanakan melalui program ketahanan pangan Kementerian Pertanian disambut antusias oleh masyarakat Handel Talaga dan Tarantang, Kelurahan Murung Keramat, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas.

Warga menilai program tersebut menjadi angin segar untuk membangkitkan kembali sektorpertanian yang selama bertahun-tahun mengalami penurunan. Selain membuka peluang usaha baru, program ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan produktivitas lahan pertanian yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Tokoh masyarakat Tarantang sekaligus Kepala Handel pada era 1980-an, Zainudin, mengatakan wilayah Tarantang pernah dikenal sebagai salah satu sentra produksi pertanian di Kabupaten Kapuas, khususnya di Kecamatan Selat. Namun, seiring berjalannya waktu, kejayaan tersebut mulai memudar.
“Dulu daerah ini merupakan salah satu lumbung pertanian di Kecamatan Selat. Hasil pertanian sangat melimpah. Tetapi karena perhatian terhadap sektor pertanian mulai berkurang, ditambah banyak generasi muda beralih profesi dan mencari pekerjaan di luar daerah, aktivitas pertanian pun ikut menurun,” ungkap Zainudin.
Menurutnya, program rehabilitasi dan percetakan sawah menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat bertani masyarakat serta mengembalikan Tarantang sebagai kawasan pertanian yang produktif.
“Kami optimistis program ini bisa mengembalikan kejayaan pertanian seperti dulu. Masyarakat sangat mendukung karena manfaatnya langsung dirasakan oleh petani,” katanya.
Jalan Desa Jadi Penentu Keberhasilan Program. Meski menyambut baik program tersebut, masyarakat berharap pembangunan tidak berhenti pada
pembukaan lahan sawah semata. Mereka meminta Pemerintah Kabupaten Kapuas turut menyinergikan pembangunan dengan peningkatan infrastruktur jalan menuju kawasan pertanian.
Menurut Zainudin, jalan yang layak menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan program ketahanan pangan.
“Kalau sawah sudah dibuka tetapi jalannya masih sulit dilalui, tentu petani akan kesulitan saat musim tanam maupun ketika mengangkut hasil panen. Kami berharap pembangunan jalan desa menjadi bagian dari program ini sehingga distribusi hasil pertanian ke pasar menjadi lebih mudah,”
ujarnya.
Ia meyakini, apabila pembangunan lahan pertanian dan infrastruktur jalan dilakukan secara bersamaan, maka Tarantang berpeluang kembali menjadi salah satu sentra produksi pangan di Kabupaten Kapuas.
Listrik PLN Masih Menjadi Harapan Warga
Selain akses jalan, masyarakat juga menyampaikan harapan agar jaringan listrik PT PLN (Persero) segera menjangkau wilayah Handel Talaga dan Tarantang.
Hingga saat ini, sebagian warga masih memanfaatkan sambungan listrik dengan menarik kabel dalam jarak yang cukup jauh dari permukiman lain. Bahkan, kabel-kabel tersebut dibentangkan dari pohon ke pohon untuk menyalurkan aliran listrik. Kondisi tersebut dinilai sangat memprihatinkan sekaligus membahayakan keselamatan warga.
“Kami sangat berharap tiang dan jaringan listrik PLN bisa segera masuk ke wilayah ini. Instalasi listrik yang ada sekarang sangat panjang dan sebagian digantung dari pohon ke pohon. Selain kurang layak, kondisi itu juga berisiko menimbulkan bahaya, terutama saat hujan atau angin kencang,” kata salah seorang warga.
Tokoh masyarakat Kabupaten Kapuas, H. Dedy Kelana, menilai keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan sawah, tetapi juga harus didukung oleh infrastruktur yang memadai.
“Program rehabilitasi sawah adalah langkah yang sangat baik. Namun, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, perlu ada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jalan menuju
kawasan pertanian harus ditingkatkan, begitu juga akses listrik. Dengan begitu, produktivitas petani meningkat, biaya distribusi menurun, dan kesejahteraan masyarakat akan ikut terangkat,” ujarnya.
Masyarakat berharap program rehabilitasi sawah yang kini mulai berjalan menjadi awal kebangkitan sektor pertanian di Tarantang. Dengan dukungan jalan yang memadai dan masuknya jaringan listrik
PLN, warga optimistis kawasan yang pernah berjaya sebagai sentra pertanian itu dapat kembali menjadi salah satu penopang ketahanan pangan Kabupaten Kapuas. (DY)
Tidak ada komentar