
Foto : mendistribusikan bantuan obat obatan dan berbagai logistik bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026).
JAKARTA,Rajawali1news.com – Polri terus bergerak cepat dalam operasi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menerjunkan sebanyak 10 ekor anjing pelacak (K9) serta mengirim sekaligus mendistribusikan bantuan obat obatan dan berbagai logistik bantuan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri menuju Labuan Bajo, Minggu (16/8/2026).

Perkuatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolri, Jendral. Listyo Sigit Prabowo untuk terus memperkuat Polda NTT setelah pada Sabtu malam memberangkatkan 137 personel. Sebanyak 10 ekor anjing pelacak (K9) yang memiliki kemampuan pencarian korban termasuk 21 tim pawang (K9), dokter hewan dan paramedis (K9) diberangkatkan dengan menumpang pesawat CN -295/P-4501.
Sebelum diberangkatkan, seluruh K9 dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter hewan dipastikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugasnya dengan dibekali kebutuhan pakannya, perlengkapan serta kennel selama perjalanan dan pelaksanaan tugas di lapangan. Setibanya di Labuan Bajo, tim akan langsung berkoordinasi dengan Polda NTT untuk menentukan lokasi prioritas pencarian dan pertolongan, terutama di wilayah Sikka, Manggarai dan Manggarai Timur.
Bantuan logistik seberat 3.4 Ton yang dikirim diangkut dengan pesawat CN-295/P-4501 diantaranya :
“Polri terus bergerak untuk memperkuat Polda NTT. Yang kita kirim hari ini bukan hanya personel, tetapi kemampuan K9 untuk pencarian, dukungan kesehatan, obat-obatan dan logistik yang dibutuhkan masyarakat. Polda NTT bergerak langsung di lapangan, sementara Mabes Polri terus menyiapkan dan mengirimkan perkuatan berdasarkan kebutuhan aktual. Prinsipnya, bantuan harus cepat bergerak, tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan,” jelas Trunoyudo.
Sebelumnya, Polri telah memberangkatkan 137 personel yang terdiri dari SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog serta Propam. Polri juga menyiapkan dukungan transportasi udara, termasuk tiga helikopter AW169 untuk mendukung mobilitas personel dan distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau atau terisolasi. Pesawat CASA Polri yang berada di wilayah NTT juga dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas dan distribusi bantuan.
“Operasi kemanusiaan akan terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan personel, peralatan dan bantuan berikutnya yang perlu digeser,” pungkas Trunoyudo. (Yanto)
Tidak ada komentar