Api Karhutla Menjalar ke Rei 2, Tanaman Padi Warga Pulang Pisau Ikut Terbakar

waktu baca 2 menit
Senin, 31 Agu 2026 13:51 0 8 REDAKSI

Foto : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menjalar kawasan Rei 2, Kota Pulang Pisau.

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam kawasan Rei 2, Kota Pulang Pisau. Sejumlah tanaman padi milik warga dilaporkan ikut terbakar di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Pulang Pisau hingga akhir Agustus 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Osa Maliki, Minggu (30/8/2026), mengatakan kawasan Rei 2 menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian dalam penanganan karena berada di sekitar kawasan perkotaan. Tim gabungan bersama TNI dan Polri dikerahkan untuk membantu mengendalikan kebakaran agar tidak meluas ke wilayah lain.

“Tim terpadu ada bantuan dari TNI, Polri yang membackup. Fokusnya terutama di wilayah R2. Karena kawasan kota ini kawasan yang harus mendapat perhatian, sehingga upaya tim kita maksimalkan untuk penanganannya,” ujar Osa.

Berdasarkan data Posko Siaga Karhutla Kabupaten Pulang Pisau per 27 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB, total luas karhutla telah mencapai 387,46 hektare. Kecamatan Jabiren Raya menjadi wilayah dengan luasan terbesar, yakni 291,79 hektare, disusul Sebangau Kuala 41,25 hektare, Kahayan Kuala 20 hektare, Kahayan Tengah 10,84 hektare, Kahayan Hilir 10,38 hektare, Pandih Batu 6 hektare, Banama Tingang 4,7 hektare dan Maliku 2,5 hektare.

Di tengah luasnya wilayah yang terbakar, Osa mengingatkan masyarakat bahwa pencegahan menjadi bagian penting dalam memutus munculnya titik api baru. Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah secara terbuka karena api dapat dengan mudah merambat ketika kondisi lingkungan kering dan angin bertiup cukup kencang.

“Minimal jangan bakar lagi. Kalau memang mau melakukan kegiatan, jangan dengan cara membakar. Sumber api utamanya kan dari kebakaran. Dengan situasi dan kondisi saat ini, lebih baik jangan ada yang membakar,” tegasnya.

Penanganan karhutla juga dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan dari berbagai unsur. Data posko mencatat sebanyak 344 personel gabungan dan 107 unit sarana prasarana terlibat dalam penanganan. Salah satu penanganan dilakukan TRC BPBD pada Kamis (27/8/2026) di Jalan Trans Kalimantan, Desa Garong, Kecamatan Jabiren Raya, dengan mengerahkan tiga mobil operasional beserta mesin pompa, selang dan peralatan pemadaman lainnya.

Selain ancaman terhadap lahan dan tanaman warga, asap akibat karhutla turut menjadi perhatian karena kualitas udara dapat memburuk. Data posko mencatat ISPU PM2,5 berada pada angka 109 atau kategori tidak sehat. Karena itu, masyarakat diminta tidak menambah sumber api baru, sementara pemerintah bersama TNI, Polri, Manggala Agni dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi yang masih terbakar. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA