Polres Mojokerto Kota Bekali Ojol PPGD Penanganan Penyelamatan Korban Laka Di Jalan Raya

waktu baca 3 menit
Kamis, 27 Agu 2026 18:49 0 1 REDAKSI

Foto : Sosialisasi dan pelatihan penanganan Pertolongan Pertama Gawat Darurat kepada anggota ojol di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Kamis (27/8/2026).

MOJOKERTO,Rajawali1news.com – Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Jasa Raharja serta melibatkan sebanyak 70 anggota komunitas ojek online, Polres Mojokerto Kota melalui Satlantas menggelar kegiatan “Ojek Online Level Up, Garda Terdepan Penyelamat di Jalan” memberikan sosialisasi dan pelatihan tentang penanganan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) kepada anggota ojek online (ojol) di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan yang dibuka oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP. Herdiawan Arifianto dan dihadiri Waka Polres Mojokerto Kota, Kompol. Jalaludin, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, dr. Achmad Rheza, Kasatlantas Polres Mojokerto Kota, AKP. Bayu Aji, perwakilan dari Jasa Raharja, Deffri Endra Swiageta dan para koordinator serta anggota komunitas ojek online berlangsung di ruang Aula Rupatama Polres Mojokerto Kota.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dan pelatihan PPGD disampaikan oleh tim dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto yang dipimpin oleh dr. Wahyu Tri Kusprasetyo dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bagi para pengemudi ojol dalam memberikan pertolongan awak secara tepat ketika menjumpai korban kecelakaan lalu lintas maupun kondisi kedaruratan di jalan.

Pada kesempatan itu, Kapolres Mojokerto Kota, AKBP. Herdiawan Arifianto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk respon terhadap masukan dari teman teman para pengemudi ojol yang dalam aktivitas sehari-hari sering menjumpai terjadinya peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

“Kegiatan ini merupakan saran dan masukan dari teman teman ojol yang kadang menemui peristiwa kecelakaan di jalan raya dimana saat terjadi laka lantas respon sudah ditangani secara cepat, namun tanggapan dari rekan medis dianggap fatal karena dalam penanganan pertama salah,” jelas Herdiawan.

Lanjutnya, para pengemudi ojol memiliki kepedulian dan respon yang tinggi ketika melihat adanya peristiwa kecelakaan lalu lintas, namun sebagian masih merasa ragu untuk memberikan pertolongan karena khawatir melakukan tindakan yang keliru. Teman teman ojol sebenarnya sudah sangat responsif terkait kejadian laka lantas, tapi tidak berani melakukan penanganan karena takut salah. Saya mengajak komunitas ojol turut bersinergi dengan kepolisian dalam penanganan kejadian kecelakaan lalu lintas, khususnya dengan memberikan informasi maupun menjadi saksi apabila mengetahui adanya peristiwa kecelakaan.

“Saat kami melaksanakan olah TKP, kami kesulitan mencari saksi, dimana terkadang saksi yang sebenarnya tahu kejadiannya malah takut apabila ditanya polisi. Kami berharap dari rekan rekan ojol apabila mengetahui laka lantas busa bekerja sama dengan kami,” pungkas Herdiawan.

Koordinator komunitas ojol, Maulana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Mojokerto Kota atas terselenggaranya kegiatan ini. Dimana pelatihan PPGD menjadi tambahan pengetahuan yang sangat bermanfaat bari para anggota komunitas ojol. Kami berharap ada kegiatan serupa karena di lapangan bisa saja kami menjumpai kejadian kecelakaan dan bahkan hingga mengakibatkan korbannya lebih parah.

Hal senada juga disampaikan Koordinator ojol Shopee, Margono bahwa dia berharap ada kegiatan lanjutan, karena kegiatan seperti ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan bagi rekan-rekan ojol ketika menemui peristiwa laka lantas di jalan raya, sehingga kami bisa membantu lebih awal dapat memberikan pertolongan pertama kepada korbannya. (Yanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA