Christian Center Pulang Pisau Nyaris Terbakat, Ketua DPRD Nilai Penanganan Karhutla Sudah Maksimal

waktu baca 2 menit
Senin, 19 Okt 2026 13:09 0 1 REDAKSI

Foto : Pemadaman Karhutla di sekitar Gedung Christian Center.

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – 19 Oktober 2026, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sekitar Gedung Christian Center, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, menjadi sorotan masyarakat. Api yang menjalar di belakang bangunan tersebut sempat mengancam fasilitas pemerintah bernilai miliaran rupiah.

Peristiwa ini turut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penanganan karhutla, termasuk penggunaan anggaran sebesar Rp20 miliar yang dilaporkan telah terserap sekitar 84 persen.

Dikonfirmasi Rajawali1news.com melalui WhatsApp, Ketua DPRD Kabupaten Pulang Pisau, Tandean Indra Bella, menilai petugas penanganan karhutla telah bekerja secara maksimal meskipun menghadapi keterbatasan tenaga dan peralatan akibat banyaknya titik api.

“Aku menganggap kinerja Tim Penanganan Karhutla di Pulang Pisau sudah maksimal, hanya saja sekarang ini titik api banyak menyala bersamaan sehingga petugas kewalahan mengatur tenaga dan peralatan,” ujar Tandean.

Sementara itu, informasi dari warga menyebutkan adanya masyarakat yang ikut membantu pemadaman secara sukarela, namun diduga belum terdaftar sebagai relawan resmi. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai perlindungan keselamatan dan kejelasan status mereka.

Di tengah besarnya anggaran penanganan karhutla, masyarakat berharap pemerintah daerah dapat menjelaskan secara transparan rincian penggunaan dana, kesiapan personel, ketersediaan peralatan, serta dukungan bagi relawan di lapangan.
Hingga berita ini disusun, rincian resmi realisasi anggaran Rp20 miliar tersebut dan status relawan yang terlibat dalam pemadaman di sekitar Christian Center masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari instansi terkait. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA