Kelompok Tani Desa Tulung Sedang Tidak Baik-baik Saja Perlu Di pertanyakan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Jun 2025 13:28 0 131 REDAKSI

Gresik,Rajawali1news.com – Gabungan kelompok tani ( GAPOKTAN ) merupakan wadah petani di desa yang di bentuk melalui peraturan pemerintah dan kementrian pertanian, sayangnya semua itu di langgar bahkan semua aturan yang di bentuknya hanya sebuah formalitas.

Ruslan ( sekdes ) ketua kelompok tani

Karena masih ada oknum PNS ( Sekdes ) yang sampai sekarang sudah pensiunan pun masih pegang peranan, Ruslan sebagai ketua Gabungan kelompok tani, selain pegang sebagai ketua gapoktan
juga pemilik kios pupuk subsidi yang di beri nama “Rosalinda’ yang beralamat desa Tulung kecamatan Kedamean kabupaten Gresik. Padahal dalam ketentuan undang undang pemerintah no. 67 Tahun 2016 perangkat desa tidak di perbolehkan untuk memegang kelompok tani atau ikut serta peran sebagai ketua gapoktan di desanya.

Aturan pemerintah tidak berlaku bagi kelompok tani yang berada di desa Tulung karena sudah terbukti bahwasannya kelompok tani Desa Tulung telah membuat aturan sendiri, Kusnadi selain kepala dusun juga menjabat sebagai ketua poktan dusun Tulung.

Kusnadi selaku Kepala dusun Tulung saat dikonfirmasi tim investigasi mengatakan kalau dirinya tidak pernah difungsikan sebagaimana mestinya walaupun kepala dusun sebagai ketua poktan tidak pernah tahu atas penjualan pupuk kelompok tani semua sudah di handle oleh Ruslan ketua gapoktan.

Ruslan selaku kepala gapoktan juga pemilik kios saat didatangi di rumahnya pada hari Kamis tanggal 12/6/2025 untuk konfirmasi kebenaran atas perkataan dari kepala dusun tadi, malah mengatakan kalau ada orang yang beli pupuk kelompok tani yang melayani penjualan itu kepala dusun Tulung.

“Kios Rosalinda hanya sebagai tempat untuk menaruh pupuk kelompok tani, karena sudah pernah dibicarakan kepada kepala dusun untuk pupuk ditaruh di rumahnya, akan tetapi dia menolak dengan alasan kalau tempatnya tidak ada atau tidak memadai makanya pupuk tersebut tetap ditaruh di kios punya saya,” tuturnya.

Saling melempar kesalahan atau mencari kebenaran sendiri-sendiri bisa disimpulkan kalau kelompok tani di Dusun Tulung untuk saat ini sedang tidak baik-baik saja atau ada apa dengan kelompok tani Desa Tulung sampai sekarang masih menjadi tanda tanya. ( Day/TIM )

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA