
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Bupati Pulang Pisau H. Ahmad Rifa’i menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam memperkuat pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor perkebunan dan kehutanan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi PAD Sektor Perkebunan dan Kehutanan yang digelar di Aula Jayang Tingang Lantai II, dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran.
Menurut Bupati Rifa’i, Rakor ini menjadi wadah penting untuk memperjelas pembagian kewenangan dan tanggung jawab antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta para investor dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi. “Kita ingin perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Pulang Pisau berjalan selaras dengan aturan dan ikut berkontribusi bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti lemahnya pelaporan Corporate Social Responsibility (CSR) oleh sejumlah perusahaan kepada pemerintah daerah. Kondisi ini, menurutnya, membuat Pemkab Pulang Pisau sulit memantau sejauh mana tanggung jawab sosial perusahaan telah berjalan dan berdampak bagi masyarakat.
“Selama ini banyak kegiatan CSR dilakukan tanpa koordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal, sinergi itu penting agar program yang dijalankan bisa sejalan dengan prioritas pembangunan daerah,” jelas Bupati Rifa’i, Selasa 21 Oktober 2025.
Dalam kesempatan tersebut, para kepala daerah dan investor turut menandatangani pakta integritas berisi 17 komitmen yang menjadi pedoman bersama dalam meningkatkan PAD. Rifa’i menyebut, langkah ini menjadi pijakan strategis bagi Pemkab Pulang Pisau untuk memperkuat pengawasan dan memastikan kewajiban pajak serta retribusi dipenuhi secara transparan.
Ia juga menekankan beberapa hal yang menjadi perhatian Gubernur Agustiar Sabran, di antaranya kewajiban penggunaan plat kendaraan KH, pelaporan data alat berat, pembelian BBM melalui penyalur resmi, pengelolaan plasma, serta peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal. “Semua poin tersebut saling terkait dalam membangun kemandirian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Gubernur Agustiar Sabran dalam arahannya menegaskan bahwa optimalisasi PAD tidak hanya soal angka, tetapi juga soal komitmen dan kolaborasi. “Kuncinya adalah niat dan kemauan. Pemerintah daerah dan dunia usaha harus saling menghargai dan berjalan bersama. Kami buka karpet merah bagi investor, tapi kewajiban mereka juga harus ditunaikan demi kemajuan Kalimantan Tengah,” tegasnya.
Rakor ini turut dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Plt Sekda Provinsi Kalteng Leonard Samuel Ampung, serta para bupati, pejabat OPD, dan perwakilan perusahaan dari sektor perkebunan dan kehutanan se-Kalimantan Tengah. (RHN)
Tidak ada komentar