YAYASAN JANTUNG INDONESIA MENUJU PROFESIONALITAS ORGANISASI

waktu baca 3 menit
Rabu, 7 Jun 2023 18:23 0 98 REDAKSI

SEMARANG,RSN – Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Tengah tanggal 5 Juni 2023 mengadakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Vina House. Hadir dalam rapat tersebut pewakilan pengurus dari berbagai kota di Jawa Tengah dan juga dihadiri Disporapar Provindi Jawa Tengah.

Dalam sambutan pembukaan Rakorda, Hj.Sri Lestari Soediro,SE.SH.MH. selaku Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Tengah antara lain mengatakan agenda utama dalam Rapat Koodinasi Daerah kali ini adalah sosialisasi Hasil Rapat Kerja Nasional Yayasan Jantung Indonesia 7-8 Nopember 2022 di Jakarta.

“Sosialisasi ini sangat penting mengingat adanya dinamika yang luar biasa di Yayasan Jantung Indonesia Pusat yang ditandai dengan banyaknya perubahan – perubahan yang perlu segera disikapi dan dilaksanakan agar organisasi Kita akan semakin besar , kuat, profesional dan berkualitas, “ kata bu Sudiro.

“Karena Yayasan Jantung Indonesia adalah organisasi keolahragaan maka ia harus menginduk ke salah satu Induk Organisasi, yang dalam hal ini adalah KORMI, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia, “ kata Adelio Kuis B. Anjos, SH Kasie Olahraga Rekreasi dan Industri Olahraga Disporapar Provinsi Jawa Tengah.

Pembawa sosialisasi Rakornas yakni Drs.H. Sugeng Purwoko, MM menyampaikan materi tentang Organisasi dan AD/ ART dan point – point kegiatan Bidang Preventif, dr. Agung Sudarmanto, MM membawakan materi kegiatan Bidang Medik dan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support), sedangkan H. M. Alfan, SH, MKes membawakan materi tentang kedudukan Yayasan Jantung Indonesia dan KORMI.

Sugeng Purwoko dalam memberikan materinya antara lain mengatakan bahwa dengan perubahan ART yang baru , BPPKJ ber-transformasi menjadi Bidang Preventif Yayasan Jantung Indonesia. Sedangkan Bidang Preventif membidangi Klub Jantung Sehat (KJS), Klub Jantung Sehat Remaja (KJSR), Lompat Tali Jantung Sehat (LTJS) , dan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Lebih lanjut Sugeng Purwoko juga menjelaskan latar belakang perubahan ART yakni untuk menyesuaikan dengan perkembangan informasi, teknologi dan sosiokultural masyarakat, memperkuat posisi strategis YJI di tengah masyarakat dan adanya kebutuhan tata kelola organisasi yang lebih professional.

“Perlunya sosialisasi ini dan perlunya disebarluaskan ke masyarakat agar masyarakat mengetahui bahwa Yayasan Jantung Sehat beserta Klub Jantung Sehat itu tidak dimaknai sekedar sebuah komunitas senam seperti komunitas – komunitas senam kebanyakan, Beberapa program kerja lain yang barangkali belum banyak diketahui awam antara lain seperti memberikan bantuan operasi kepada warga usia produktif yang mengidap penyakit jantung bawaan, pemeriksaan reuma pada remaja, pemeriksaan kesehatan jantung murah dan pemeriksaan kardiovaskuler keliling, “ kata dokter Agung Sudarmanto, MM salah seorang pemateri.

“Hingga tahun 2022 sudah ada 2.198 pasien yang telah dioperasi jantung melalui Yayasan Jantung Indonesia,” lanjut Agung.

Pemateri sosialisasi lain H. Alfan Saputro, SH, MKes membicarakan tentang lambang dan atribut yang berlaku setelah Yayasan Jantung Indonesia melakkukan perubahan ART. Selain itu Alfan Saputra juga menerangkan secara ringkas sejarah FORMI sejak kelahiranya hingga sekarang dan menjelaskan pula kedudukan Yayasan Jantung Indonesia di dalam organisasi KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia.

“Ke depan, KORMI akan berubah nama menjadi KOMI yakni Komite Olahraga Masyarakat Indonesia,” tutur Alfan Saputra.

Acara dilanjutkan dengan bebagai masukan dari daerah peserta Rakorda, baik tentang permasalahan organisaai yang dihadapi, prestasi yang telah ditorehkan, tentang kondisi organisasi di daerah termasuk perlunya mencari sumber dana untuk menghidupkan roda organisasi dan lain – lain.

”Untuk mendapatkan dana diperlukan kreativitas dan strategi. Salah satu upaya yang bisa dilakukan misalnya bekerjasama dengan CSR perusahaan yang memiliki visi yang sama dengan Yayasan Jantung Indonesia, mengadakan kegiatan bersama dengan Bank atau Perusahaan menyelenggarakan turnamen golf, mengadakan lomba senam atau seminar kesehatan, dan bisa juga mengadakan acara penggalangan dana dengan mengundang artis dan sebagainya,” kata Ida Ghafur Bidang Dana Yayasan Jantung Indonesia Cabang Provinsi Jawa Tengah. (Sanki W)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA