Pelatihan Basic Life Support di STIKES Telogorejo Semarang

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jan 2024 14:07 0 48 REDAKSI

SEMARANG,Rajawali1news.com – Gerak Cepat, Tepat dan Inovatif yang diusung STIKES Telogorejo Semarang diwujudkan antara lain dengan mengadakan Pelatihan Basic Life Support atau Bantuan Hidup Dasar di awal tahun 2024 tepatnya tanggal 4 Januari di Auditorium STIKES Telogorejo Semarang bekerjasama dengan KREKI (Komunitas Relawan Emergensi Kesehatan Indonesia) Jawa Tengah.

“Everyone Can Safe a Life” merupakan tema pelatihan Bantuan Hidup Dasar tersebut. Hadir dalam acara tersebut Ketua STIKES Telogorejo dr. Swanny Trikajanti Widyaatmadja, MKes, Ph.D beserta jajaran manajemen STIKES, dr. Agung Sudarmanto, MM mewakili Pengurus KREKI Jateng dan sekaligus bertindak sebagai narasumber dan pelatih, dan peserta pelatihan Bantuan Hidup Dasar (Basic Life Support) dari berbagai kalangan baik dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga pendidikan, security dan beberapa staf non medik lain.

Dalam sambutan pembukaannya, dr. Swanny Trikajanti antara lain mengatakan bahwa saat ini penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian pertama di Indonesia. Hal ini, menurut dr. Swanny Trikajanti, antara lain disebabkan kekurangtahuan masyarakat di sekitar penderita penyakit jantung tentang cara memberikan pertolongan apabila terjadi kasus henti jantung.

“Untuk itu perlu pelatihan Bantuan Hidup Dasar yang merupakan tindakan dasar untuk menyelamatkan korban atau pasien yang mengalami henti jantung. Tindakan BHD ini memang harus dilakukan secara cepat dan secara profesional untuk memperbesar tingkat keberhasilan seseorang dapat bertahan hidup. Respon cepat dan tepat sangat dibutuhkan dalam menghadapi kegawatan,“ kata dr Swanny
Mewakili Pengurus KREKI, dr. Agung Sudarmanto dalam sambutan ringkasnya menjelaskan bahwa KREKI adalah organisasi perkumpulan relawan emergensi kesehatan (Indonesian HealthEmergency Volunteer Community) yang lahir tanggal 19 Nopember 2018 di Jakarta, yang bertujuan mendukung program Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), dalam meningkatkan mutu dan kecepatan pertolongan pertama terhadap penanganan gawat darurat oleh masyarakat/ orang yang terdekat berbasis aplikasi teknologi informasi.

“Salah satu tugas pokok KREKI adalah mengembangkan aplikasi yang menghubungkan antara penolong dan yang membutuhkan pertolongan dalam kaitan emergensi kesehatan serta membangun basis data untuk mendukung kegiatan KREKI,” kata Agung.

Pelatihan yang diikuti lebih kurang 100 peserta itu berlangsung lancar dan antusias, semua peserta mencoba melakukan BHD dengan manakin sampai mampu melakukannya dengan benar. Peserta pelatihan mendapat sertipikat pelatihan dari KREKI Pusat dan sekaligus menjadi relawan yang tergabung dalam KREKI.

“STIKES Telogorejo Semarang merupakan Institusi Pendidikan pertama di Jawa Tengah yang menggelar pelatihan Bantuan Hidup Dasar,” kata Agung.

Ketika ditemui awak media, dr. Swanny Trikajanti menyambut baik tawaran kerjasama dari KREKI dan mengharap agar di masa datang KREKI dapat bekerjasama lagi dengan mengadakan Training of Trainer Basic Life Support atau Bantuan Hidup Dasar dengan peserta mahasiswa STIKES Telogorejo dengan tujuan agar jumlah relawan emergensi kesehatan bertambah. (SANKI W)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA