Pengajian Umum Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kudus Hadirkan KH. Anwar Zahid dan Ribuan Jamaah Padati Alun-Alun Simpang 7

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Jul 2025 11:53 0 80 REDAKSI

Kudus,Rajawali1news.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Kudus menggelar pengajian umum akbar yang berlangsung khidmat dan semarak di Alun-Alun Simpang 7 Kudus, Kamis (17/7) malam.

Sejak siang hari, ribuan jamaah dari berbagai penjuru Kabupaten Kudus bahkan luar daerah mulai berdatangan, menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyambut momen spiritual ini.

“Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 tahun ini mengusung tema ‘Polri untuk Masyarakat’, sebagai wujud komitmen kami dalam memperkuat peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ucap Kapolres.

“Polri tidak hanya hadir dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga sebagai bagian dari umat—ikut bersujud, bershalawat, dan bersatu dalam kebersamaan umat Islam,” imbuhnya.

AKBP Heru juga menegaskan bahwa keberadaan Polres Kudus di tengah masyarakat tak hanya untuk menjaga keamanan, namun juga berperan aktif dalam merawat nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.

“Melalui majelis seperti ini, kami ingin membuktikan bahwa Polres Kudus tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga turut merawat keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Kami merasa terhormat atas kehadiran para ulama dan guru kita semua malam ini. Semoga tausiyah yang disampaikan menjadi penerang bagi hati kami,” ungkapnya.

Kapolres juga mengapresiasi Majelis Sholawat Gandrung Nabi, yang turut menyemarakkan suasana malam dengan lantunan sholawat yang menggema syahdu di tengah kota.

Dalam ceramahnya, KH. Anwar Zahid menyampaikan pesan-pesan kebangsaan yang dibalut nilai-nilai agama serta menekankan pentingnya menjalankan profesi sebagai bentuk ibadah dan sarana berprestasi. Menurutnya, prestasi tertinggi dalam hidup adalah ketakwaan.

Kemudian mengingatkan jemaah untuk selalu bersyukur atas profesi yang dijalani saat ini. Ia menyampaikan bahwa apa yang kita cintai belum tentu baik untuk kita, dan yang tidak kita inginkan bisa jadi membawa kebaikan besar.

KH Anwar Zahid juga mengajak semua pihak untuk menjaga sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat.

”Ada hal yang tidak bisa diselesaikan polisi, tapi bisa oleh ulama. Begitu juga sebaliknya. Maka sinergi itu kunci,” katanya.

Ia menggambarkan pentingnya kekompakan dengan perumpamaan sederhana. Sinergi itu layaknya jari tangan yang kompak bergerak bersama.

”Kalau semua jari kompak, maka apa pun bisa dipegangi. Tapi kalau cuma jempol dan kelingking yang kompak, ya repot,” tuturnya disambut tepuk tangan hadirin.

Salah satu jamaah, Sintha Awalnya asal Jepara, mengaku bahagia bisa mengikuti acara pengajian tersebut. Ia datang sejak sore bersama rombongan majelis taklim di desanya.

Dengan suasana religius dan kebersamaan yang terasa hangat, Alun-Alun Simpang 7 Kudus malam itu berubah menjadi lautan manusia yang bersatu dalam doa dan harapan untuk bangsa yang damai dan Polri yang amanah.

(Diana)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA