
SUMENEP,Rajawali1news.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep, Madura, Jawa Timur, mencatat lonjakan meningkatkan kasus campak 2025. Berdasarkan data resmi, sejak Januari hingga 13 Agustus 2025, tercatat 571 pasien campak yang telah mendapat pelayanan terbaik di RSUD.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes.
Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati mengatakan, pemerintah harus memberikan perhatian serius terhadap wabah campak yang terjadi di Sumenep dan Bangkalan, Jawa Timur.
“Situasi KLB campak menjadi alarm bagi pemerintah dan semua pihak untuk segera melakukan langkah-langkah korektif agar kesehatan anak-anak Indonesia tidak terancam,” ujar Kurniasih dalam keterangannya, Kamis (28/8/2025).
Meningkatnya kasus campak diakibatkan oleh menurunnya capaian imunisasi dalam beberapa tahun terakhir.
Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, membenarkan data tersebut saat dikonfirmasi, pesan singkat lewat WhatsApp, jumat (29/8/2025) sore.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes ) Sumenep drg. Ellya Fardasah, M.Kes mengatakan Masyarakat harus waspada menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi campak.
Pemerintah juga harus memberikan edukasi publik yang masif dan penguatan sistem surveilans kesehatan. Sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat juga diperlukan agar pencegahan kejadian luar biasa (KLB) campak berjalan lebih efektif.
Pencegahan dengan imunisasi dan hindari kontak dengan yang sakit agar memutuskan rantai penularan Pakai masker apabila sedang batuk pilek bersama- sama mensukseskan imunisasi serentak. (Ard)
Tidak ada komentar