
PULANG PISAU, Rajawali1news.com – Kabupaten Pulang Pisau mencatat prestasi membanggakan di bidang kesehatan. Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah ini menurun drastis sepanjang tahun 2025, menjadikannya salah satu daerah dengan pengendalian DBD terbaik di Kalimantan Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau, dr Pande Putu Gina, Senin 13 Oktober 2025 mengungkapkan hingga akhir September 2025 tercatat hanya lima kasus DBD. Angka ini menurun sangat signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya, yakni 140 kasus pada 2023 dan 165 kasus pada 2024. “Penurunan ini hasil kerja keras semua pihak, mulai dari petugas kesehatan, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.
Keberhasilan Pulang Pisau dalam menekan angka DBD rupanya menarik perhatian daerah lain. Dinas Kesehatan Pulang Pisau baru saja menerima kunjungan kerja dari anggota DPRD Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, pada Jumat 26 September lalu. Kunjungan itu bertujuan untuk mempelajari strategi yang diterapkan Dinkes Pulpis dalam pencegahan dan pengendalian DBD.
“Mereka ingin mengetahui langkah-langkah konkret yang kami lakukan, termasuk bagaimana sistem kewaspadaan dini dibangun agar penularan bisa ditekan,” jelas dr Pande. Ia menambahkan, Dinkes Pulpis tak hanya fokus pada penanganan medis, tetapi juga pada edukasi masyarakat dan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.
Menurut Pande, kesuksesan ini tidak terlepas dari dukungan penuh Bupati H Ahmad Rifa’i dan Wakil Bupati H Ahmad Jayadikarta yang secara konsisten memberikan perhatian besar terhadap sektor kesehatan, khususnya dalam pencegahan penyakit menular. “Pemimpin daerah kami sangat mendukung upaya ini, baik dalam bentuk kebijakan maupun dukungan anggaran,” katanya.
Dengan capaian tersebut, dr Pande Putu Gina berharap Pulang Pisau dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengendalikan DBD. “Kami akan terus menjaga tren positif ini dan memastikan masyarakat tetap waspada, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (RHN)
Tidak ada komentar