
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah menjadikan tujuh desa sebagai percontohan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa Merah Putih untuk membangun sistem ekonomi kolektif, Senin 13 Oktober 2025.
Kepala DPMD Pulang Pisau Herman Wibowo mengatakan tujuh desa ini dipilih karena dinilai memiliki potensi yang bisa dijadikan acuan bagi desa lain dalam mengelola sumber daya dan kelembagaan ekonomi masyarakat.
“Dari 95 desa yang ada, baru tujuh yang berjalan. Maka kajian ini diharapkan bisa menjadi pola yang dapat ditiru oleh 88 desa lainnya agar mampu menyusun sistem ekonomi berbasis masyarakat,” ujarnya.
Tujuh desa yang dijadikan percontohan tersebut yaitu Desa Tuwung, Manen Paduran, Jabiren, Pilang, Sidodadi, Maliku Baru, dan Pangkoh Hilir. Menurut Herman, desa-desa ini akan mendapatkan pendampingan intensif dalam perumusan strategi ekonomi.
Ia menjelaskan, keberadaan BUMDes, Koperasi Desa (Kopdes), dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu disinergikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan penguatan ini, lembaga ekonomi desa diharapkan mampu membangun kekuatan kolektif yang lebih solid.
“Kalau masing-masing bergerak tanpa arah, hasilnya tidak akan signifikan. Tapi jika disatukan dalam kerangka bersama, dampaknya akan terasa lebih luas bagi masyarakat desa,” tambahnya.
Herman menekankan bahwa pendampingan yang dilakukan tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menyangkut pengembangan potensi lokal, perencanaan usaha, hingga strategi pemasaran.
“Harapan kami, tujuh desa ini tidak hanya kuat secara kelembagaan, tapi juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat, sehingga ke depan desa-desa lain pun mengikuti jejak yang sama,” pungkasnya. (RHN)
Tidak ada komentar