
PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Upaya Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan mendapat sorotan positif dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tim penilai Adipura dari KLHK melakukan penilaian lapangan di sejumlah titik strategis di Pulang Pisau, Selasa 14 Oktober 2025, untuk menilai sejauh mana kesiapan daerah ini menuju kota bebas sampah.
Perwakilan tim penilai KLHK, Neta, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari program nasional penilaian Adipura yang dilaksanakan serentak di seluruh provinsi. Dalam evaluasi itu, pihaknya meninjau 14 titik pantau utama yang meliputi sekolah, puskesmas, rumah sakit, kawasan pertokoan, Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Bank Sampah Unit (BSU), serta Tempat Pengolahan Sampah TPS3R.
“Secara umum, kami melihat kemajuan signifikan di Pulang Pisau. Pengelolaan sampah sudah berjalan baik di beberapa titik, walaupun masih ada beberapa sarana yang perlu ditingkatkan agar pengelolaan lingkungan lebih maksimal,” ujar Neta.
Ia menjelaskan, dari seluruh lokasi yang dikunjungi, sebagian besar menunjukkan komitmen kuat terhadap kebersihan dan keterlibatan masyarakat. Namun, pihaknya mencatat masih perlunya penguatan di sektor pengolahan sampah berbasis masyarakat karena BSU yang tersedia baru satu unit, sementara TPS3R belum sepenuhnya optimal.
Menurut Neta, evaluasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung Gerakan Indonesia Bebas Sampah 2029. Melalui program Adipura, KLHK ingin menumbuhkan kesadaran kolektif agar kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
“Pulpis punya potensi besar menjadi daerah percontohan di Kalimantan Tengah. Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (RHN)
Tidak ada komentar