Pakan Ikan Berbahan Lokal Diangkat Jadi Solusi Utama, Kadis Perikanan Ajak Pembudidaya Pulang Pisau Tinggalkan Ketergantungan pada Pakan Pabrikan

waktu baca 2 menit
Jumat, 5 Des 2025 13:59 0 48 REDAKSI

PULANG PISAU,Rajawali1news.com – Kenaikan harga pakan komersial yang terus menekan biaya produksi membuat Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau mendorong lahirnya kemandirian pelaku perikanan melalui pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan lokal di Desa Mantaren II, Kecamatan Kahayan Hilir, Rabu 3 Desember 2025. Kepala Dinas Perikanan Pulang Pisau, Yudady Ismael, menegaskan langkah ini menjadi strategi utama daerah dalam memperkuat ketahanan sektor perikanan.

Yudady mengatakan produksi pakan mandiri adalah fondasi penting untuk menekan biaya operasional pembudidaya yang selama ini dipengaruhi naik-turunnya harga pasar. Ia berharap pelatihan ini membuka wawasan pelaku usaha bahwa kemandirian tidak hanya mungkin dilakukan, tetapi justru harus menjadi arah baru budidaya ikan di Pulang Pisau. “Semakin mandiri pembudidaya, semakin kuat daya saing sektor perikanan kita,” ujarnya.

Pelatihan yang diikuti puluhan peserta itu memberi penekanan pada pemanfaatan bahan baku lokal yang murah, mudah diperoleh, namun tetap memenuhi standar nutrisi. Pemerintah melihat potensi besar dari sumber daya lokal yang selama ini kurang dimaksimalkan, padahal dapat digunakan untuk menekan biaya pakan secara signifikan.

Dalam sesi materi teknis, Penyuluh Perikanan Yousy Milla Sandi, S.Pi, memaparkan cara meracik formula pakan, menjaga kualitas nutrisi, hingga teknik pengolahan yang benar. Setelah menerima materi, seluruh peserta diarahkan mengikuti praktik langsung di rumah Wisno, warga Ray 7 yang menjadi lokasi percontohan pembuatan pakan mandiri di desa tersebut.

Kabid Perikanan Budidaya, Rambang, mengungkapkan pelatihan ini diikuti sekitar 35 peserta dari 18 kelompok pembudidaya yang tersebar di Maliku, Pangkoh Batu, Kahayan Hilir, Sebangau Kuala, Jabiren Raya, hingga Kahayan Kuala. Ia menilai keterlibatan perwakilan dari banyak wilayah ini menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha untuk mencari alternatif pakan yang lebih terjangkau.

Rambang menekankan bahwa kenaikan harga pakan pabrikan hampir setiap bulan membuat efisiensi menjadi isu krusial. Melalui pelatihan ini, ia berharap pembudidaya dapat mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan dan mulai memproduksi pakan sesuai kebutuhan budidaya mereka masing-masing. “Kalau terus bergantung, margin usaha makin menipis. Bahan lokal bisa jadi jalan keluar,” tandasnya.

Pemerintah menargetkan agar peserta pelatihan menjadi agen penyebar pengetahuan di kelompok masing-masing. Dengan semakin banyaknya pembudidaya yang bisa membuat pakan sendiri, biaya produksi dapat ditekan, pendapatan dapat meningkat, dan sektor perikanan Pulang Pisau bergerak menuju usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (RHN)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA